Kondisi Pasar Alok Maumere Kian Sepi Pembeli

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Menjamurnya pasar senja dan pasar dadakan seperti Pasar Wuring dan TPI Alok yang juga dijadikan sebagai pasar harian membuat penjualan di Pasar Alok Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sepi pembeli.

Pedagang di Pasar Alok Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Tadeus Tara saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (23/11/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Sejak dibukanya Pasar Wuring dan TPI Alok yang juga difungsikan sebagai pasar membuat pembeli di Pasar Alok menurun drastis,” kata Tadeus Tara, pedagang di Pasar Alok Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (23/11/2021).

Tadeus menyebutkan, saban hari pembeli lebih memilih membeli ikan di TPI Alok sekaligus membeli berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti sayuran, bahkan berbagai perlengkapan rumah tangga.

Dirinya menyesalkan alih fungsi pasar ikan yang telah bergeser menjadi pasar aneka barang kebutuhan, bahkan pakaian bekas pun dijual di tempat ini.

“Makanya banyak penjual sayur dan kebutuhan rumah tangga di Pasar Tingkat Maumere saat pagi lebih memilih menjual barang dagangan di TPI Alok daripada bertahan menjual di Pasar Tingkat,” ungkapnya.

Tadeus menyesalkan minimnya perhatian pemerintah atas pembangunan fasilitas pendukung di Pasar Alok Maumere seperti MCK yang tidak berfungsi dengan baik.

Ia katakan, MCK di Pasar Alok pompa airnya tidak berfungsi dengan baik sehingga banyak yang keran airnya tidak berfungsi, sehingga banyak pengunjung tidak mau berkunjung ke Pasar Alok.

“Pasar Alok Maumere merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sikka, tapi pemerintah sepertinya tidak mengurusnya. Makanya banyak pedagang yang lebih memilih menjual dagangan di Pasar Wuring atau TPI Alok,” ungkapnya.

Pedagang lainnya, Lusiana Tada seorang pedagang sayur mengaku pembeli di Pasar Alok mulai menurun drastis sejak beroperasinya Pasar Wuring, serta diperparah dengan adanya Covid-19.

Lusiana mengharapkan agar pemerintah menutup Pasar Wuring sebab pasar tersebut bukan dibangun pemerintah dan dikelola pribadi.

“Pembeli lebih memilih berbelanja di Pasar Wuring karena barang kebutuhannya juga lengkap. Ada ikan, sayur mayur hingga perlengkapan rumah tangga bahkan pakaian,” ucapnya.

Lihat juga...