Koperasi Sahabat Damandiri Samiran Bukukan Pemasukan Rp424 Juta di 2020

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOYOLALI — Sepanjang tahun 2020 lalu, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mencatatkan pendapatan bersih hingga mencapai Rp424.312.341.

Pendapatan tersebut berasal dari sejumlah unit usaha di luar unit Modal Kita, yakni unit usaha Homestay, unit usaha Warung Kita, serta unit usaha Taman Bunga Merapi Garden. Hal tersebut terungkap dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2020 berlokasi di desa setempat Rabu (17/11/2021).

Manajer Umun Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, mengatakan pemasukan dari 3 unit usaha di sektor pariwisata ini tercatat menurun dibandingkan dengan RAT tahun sebelumnya yakni tahun 2019. Utamanya adalah karena dampak luar biasa akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Selama tahun 2020 pandemi Covid-19 terjadi. Sehingga semua unit usaha di sektor pariwisata baik itu homestay, warung, maupun objek wisata taman bunga harus ditutup selama beberapa bulan. Sehingga otomatis tidak bisa mendapatkan pemasukan,” ungkapnya.

Selain membutuhkan waktu pemulihan pasca penutupan cukup lama, semakin ketatnya persaingan usaha di sektor pariwisata di kawasan desa wisata Selo Boyolali juga mempengaruhi pendapatan sejumlah unit usaha koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran tersebut.

“Bertambahnya pesaing di bidang homestay maupun warung/cafe di juga turut mempengaruhi pendapatan usaha koperasi. Mengingat saat ini banyak sekali usaha di sektor pariwisata yang tumbuh pesat di kawasan wisata Selo yang terletak di lereng gunung Merapi dan Merbabu ini,” ungkapnya.

Suasana acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2020 Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran Boyolali Jawa Tengah. Foto: Jatmika H Kusmargana

Meski begitu, Bayu optimis, di masa mendatang, seiring berakhirnya masa pandemi Covid-19, sejumlah unit usaha yang dijalankan koperasi khususnya di sektor pariwisata akan bisa pulih dan berkembang lebih baik lagi. Pasalnya selain kondisi wisata di Selo mulai berangsur normal kembali, sejumlah inovasi serta perbaikan terus dilakukan pihak pengelola untuk meningkatkan daya saing unit usaha.

Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri menetapkan desa Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah sebagai desa binaan sejak 2017. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri melakukan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan potensi pariwisata yang ada.

Selain menggelontorkan dana miliaran rupiah sebagai akses modal usaha warga desa lewat unit Modal Kita, Yayasan Damandiri juga mendorong pendirian unit usaha di sektor pariwisata seperti mendirikan warung cafe, objek wisata Taman Bunga, hingga mengubah rumah-rumah warga menjadi homestay.

Lihat juga...