Koperasi Sahabat Damandiri Samiran Siapkan Strategi Genjot Pemasukan

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI – Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran di kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, saat ini sedang menyiapkan sejumah rencana pengembangan guna menggenjot pemasukan yang tahun lalu turun drastis akibat dampak pandemi Covid-19.

Berbagai inovasi dan pembaruan akan diterapkan di setiap unit usaha yang dimiliki koperasi binaan Yayasan Damandiri tersebut. Mulai dari unit usaha Modal Kita, Warung Kita, Kampung Homestay maupun objek wisata Taman Bunga Merapi Garden.

Semua itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemasukan atau pendapatan koperasi, yang sebelumnya sempat menurun drastis akibat terdampak pandemi Covid-19 sepanjang 2020.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, menjelaskan khusus untuk unit usaha Kampung Homestay Damandiri, pihaknya akan meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung dengan meningkatkan sarana prasarana homestay yang lebih baik. Pihaknya juga akan berinovasi dengan membuat pembaruan paket wisata-menginap bagi wisatawan.

Sementara untuk unit usaha Warung Cafe Damandiri/Warung Kita, pengelola telah membuat rencana untuk menambah dan memperbaharui paket menu makanan bagi pengunjung. Selain juga meningkatkan sarana prasarana lewat sejumlah renovasi, hingga penambahan spot foto.

“Upaya ini diharapkan mampu memberi warna atau kesegaran baru bagi Warung Kafe Damandiri, sehingga dapat makin menarik minat pengunjung di tengah ketatnya persaingan usaha serupa di kawasan wisata Selo,” jelas Bayu Pramana, usai menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun tutup buku 2020, pada Rabu (17/21/2021).

Sedangkan untuk unit usaha objek wisata Taman Bunga Merapi Garden, pengelola akan memperluas area taman, khususnya di sisi barat. Dengan penambahan spot wisata baru, baik itu untuk taman bermain anak/keluarga hingga penambahan tempat kuliner di lokasi terbuka tersebut.

Adapun unit usaha Modal Kita, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran selaku pengelola akan berupaya menyasar anggota/nasabah baru di sejumlah desa yang dinilai potensial. Tidak hanya terbatas pada lingkup desa Samiran dan sekitarnya, namun juga semua desa di wilayah kecamatan Selo, Boyolali, yang totalnya berjumlah 10 desa.

“Rencananya kita juga akan membuat skim permodalan yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota,” pungkasnya.

Lihat juga...