Liga 3 Jateng, Persiku Kudus Gagal di Penyisihan Grup

Pemain Persiku Kudus berebut bola dengan pemain lawan pada Liga 3 Jateng di Stadion Mochtar Kabupaten Pemalang. Tim berjuluk Macan Muria berada di grup A Liga 3 Jateng bersam PSIP Pemalang, Persekap, Persikaba Blora, dan BJL 2000 - Foto Ant
 KUDUS – Persiku Kudus, Jawa Tengah (Jateng), gagal lolos babak penyisihan grup, pada kompetisi Liga 3 Jateng. Poin yang diraih dari tiga kali main hanya satu, sehingga posisinya berada di urutan terakhir pada grup A Liga 3 Jateng.

“Kami memang kecewa dengan kegagalan tim Persiku dalam babak penyisihan grup A Liga 3 Jateng karena semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, termasuk pemanfaatan pemain lokal maupun pelatihnya sudah diikuti,” kata Manajer Persiku Kudus, Firdaus Ardiansyah Purnomo, di Kudus, Senin (8/11/2021).

Bahkan, semua biaya yang dikeluarkan merupakan dana pribadi, karena anggaran dari Pemkab Kudus melalui KONI Kudus belum cair. Sebetulnya, penampilan tim Persiku pada babak pertama cukup bagus, namun penampilan pada laga berikutnya justru semakin menurun, hingga akhirnya harus kalah dengan tim-tim lain di Grup A, termasuk dari BCL 2000 yang sama sekali tidak diunggulkan.

Praktis, tim Persiku hanya bisa memetik poin satu, hasil dari laga perdana melawan Persekap Pekalongan, selebihnya harus menelan kekalahan. Hasil Liga 3 Jateng tersebut, akan menjadi evaluasi menyeluruh terhadap pemain maupun tim pelatih. Perekrutan pemain asing yang dianggap belum bisa mendongkrak penampilan tim, juga tidak perlu disesali karena sudah terjadi.

Bupati Kudus, Hartopo mengakui, jika dimintai pendapatnya akan tetap mempertahankan kepengurusan manajemen tim Persiku Kudus, meskipun gagal pada Liga 3 Jateng. Sedangkan dari Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kudus tentunya juga akan ada evaluasi. “Kami juga memaklumi dengan persiapan tim Persiku karena di masa pandemi, tentunya masih terbatas dalam menggelar latihan,” ujarnya.

Terkait anggaran untuk Persiku Kudus, sudah diusulkan lewat APBD Perubahan 2021, namun kepastiannya menunggu hasil evaluasi APBD Perubahan 2021, yang saat ini masih dikoordinasikan dengan Kementerian Dalam Negeri, karena ada keterlambatan dalam penyerahannya ke Provinsi Jateng untuk mendapatkan evaluasi. (Ant)

Lihat juga...