Lingkungan Pasar SMEP dan Pasir Gintung Lebih Bersih Pedagang Nyaman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Penertiban kawasan pasar SMEP dan Pasar Pasir Gintung di Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung berimbas positif kepada kenyamanan dari pedagang. Seperti yang dirasakan Uni Ulet, salah satu pedagang di pasar SMEP sisi Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Tanjung Karang Pusat.

Dikatakan, sebelumnya area tersebut dipenuhi pedagang buah dan sayuran dan menjadi salah satu penyebab sampah. Sejumlah drainase saluran air bahkan tertutup oleh sejumlah pedagang kaki lima.

Pembersihan lumpur mengendap dilakukan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung. Pada sisi Jalan Batu Sangkar Uni Ulet menyebut akses jalan lebih luas dan bersih usai penertiban.

“Kesan kumuh imbas sampah, tumpukan sampah di dekat area pasar SMEP dan pasar Pasir Gintung telah berubah dan akses jalan Batu Sangkar, Bukit Tinggi dan Imam Bonjol lebih luas, bersih dan nyaman sehingga pembeli dan pedagang bisa memiliki area lebih luas untuk parkir saat akan berdagang dan berbelanja,” terang Uni Ulet saat ditemui Cendana News, Rabu (24/11/2021).

Uni Ulet yang berjualan makanan ringan di pasar SMEP sejak sepuluh tahun silam itu mengaku kebersihan pasar lebih meningkat. Saat ini pasar dilengkapi dengan bak sampah portable di sisi Jalan Batu Sangkar. Petugas kebersihan rutin membersihkan. Sejumlah pedagang juga menyediakan keranjang, karung untuk penampungan sementara.

Suasana bersih pada lokasi pasar SMEP menghilangkan kesan kumuh. Pasalnya sebelum penertiban sampah, air selokan yang kotor menimbulkan aroma tak nyaman. Agar lebih tertib Uni Ulet menyebut semua pedagang yang masih berjualan di tepi jalan harus bersedia dipindahkan.

“Jika semua pedagang mau berjualan di dalam pasar SMEP harapannya lingkungan lebih bersih, akses jalan lebih lebar,” ujarnya.

Anita, salah satu pemilik toko oleh oleh di Jalan Batu Sangkar tepat di sisi Timur pasar SMEP mengaku lingkungan lebih bersih. Selokan tepat di toko miliknya sejak sepuluh tahun terakhir kerap berbau karena air tidak lancar. Lokasi tepat di saluran air sempat digunakan pedagang untuk berjualan sayuran, buah dan bumbu. Semenjak pedagang direlokasi ke dalam pasar SMEP area parkir lebih luas.

“Area di depan toko kami lebih luas dan setiap hari ada petugas kebersihan membersihkan sampah,”ulasnya.

Wardi, salah satu petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Bidang Sumber Daya Air menyebut pembersihan selokan rutin dilakukan. Pada area saluran air Jalan Bukit Tinggi, Jalan Batu Sangkar, Jalan Imam Bonjol dan sejumlah area pasar SMEP, pasar Pasir Gintung dibersihkan. Petugas berjibaku untuk mengeruk lumpur, pasir bercampur dengan sampah plastik. Berbagai jenis sampah tersebut dikumpulkan lalu diangkut oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup.

Puluhan petugas sebutnya telah melakukan pembersihan lebih dari sebulan bertahap. Pembersihan selokan mengangkat sampah berbagai jenis didominasi plastik. Pedagang yang berjualan di tepi jalan menyebabkan sampah masuk ke dalam selokan. Pembersihan rutin sekaligus kesadaran pedagang membuang sampah pada tempatnya jadi kunci selokan tidak tersumbat.

“Pada area jalan Batu Sangkar dan sejumlah jalan lain di Pasar SMEP lumpur dan sampah volumenya cukup banyak sudah dibersihkan,” ulasnya.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung mengangkut bak sampah portable di Pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Rabu (24/11/2021). Foto: Henk Widi

Pengemudi truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Indro, mengaku sampah didominasi aktifitas pedagang. Sejumlah pedagang di pasar Pasir Gintung, Pasar SMEP telah mengumpulkan sampah dalam karung.

Penertiban membuat akses jalan lebih luas untuk mobilitas kendaraan pengangkut sampah. Sebelumnya pedagang yang berjualan dengan memakai tenda berimbas sulitnya kendaraan sampah masuk.

“Kios pedagang yang diatur rapi memudahkan pengangkutan sampah dari bak portable lebih cepat,” ulasnya.

Suminah, pedagang di pasar Pasir Gintung mengaku sejak penertiban pengangkutan sampah lebih cepat. Pedagang telah memiliki keranjang sampah, karung dan plastik penampung memudahkan pengangkut sampah. Pedagang juga telah membayar salar dan retribusi sampah kepada pengelola pasar sehingga area pasar rutin dibersihkan.

Lihat juga...