Mantan Napiter di DIY Didorong Budidaya Kambing Peranakan Etawa

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Jajaran Polda DIY bersama Yayasan Gema Salam mendorong mantan narapidana terorisme (Napiter) di Yogyakarta untuk membudidayakan kambing peranakan etawa (PE) guna meningkatkan perekonomian mereka. 

Kambing PE dipilih karena merupakan jenis kambing unggulan bernilai jual tinggi serta bisa dimanfaatkan daging maupun susunya. Tak hanya itu, kambing PE juga dinilai memiliki kelebihan perawatan yang mudah serta lebih tahan penyakit dibandingkan kambing atau domba lainnya.

“Kambing PE ini merupakan kambing pilihan. Selain bisa dimanfaatkan dagingnya juga bisa dimanfaatkan susunya. Bahkan untuk kualitas yang bagus, bisa diambil turunannya untuk kontes. Harganya juga bisa sangat mahal,” ungkap Ketua Yayasan Gema Salam, Joko Triharmanto, di sela acara bakti sosial serta penyerahan bantuan kambing dari Polda DIY, bertempat di Dusun Kedung Banteng, Moyudan, Sleman, Senin (15/11/2021).

Jajaran Polda DIY, dipimpin Kanit C Subdit IV Ditintelkam Polda DIY, Kompol Harijanto, sendiri menyerahkan bantuan sebanyak 14 ekor indukan kambing PE. Terdiri dari 7 ekor kambing betina serta 7 ekor kambing jantan. Bantuan ini diserahkan Polda DIY pada Yayasan Gema Salam yang merupakan yayasan yang menaungi mantan narapidana terorisme di Yogyakarta dan Surakarta.

“Kita berharap adanya bantuan ini bisa membantu memberdayakan perekonomi teman-teman eks Napiter. Mudah-mudahan bisa berkembang dan menjadi contoh untuk yang lain,” ujar Kompol Harijanto.

Ia menambahkan dengan memilih usaha budidaya kambing PE ini, para mantan narapidana terorisme diharapkan bisa lebih mudah dalam berbaur kembali dengan masyarakat sekitar, melalui kelompok ternak yang ada. Dengan begitu, mereka juga akan dapat bersinergi dengan semua pihak untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif.

Sementara itu Panewu Anom atau Sekretaris Kecamatan Moyudan, Parjono, berharap para mantan narapidana terorisme dapat terus berkomunikasi secara intens baik dengan ketua RT, RW, tokoh masyarakat, maupun pihak Kepolisian secara berkelanjutan. Hal ini diperlukan agar mereka tidak kesulitan dalam berbaur kembali ke masyarakat.

“Masyarakat juga harus mau menerima kembali dan memberikan kesempatan pada teman-teman eks Napiter, untuk bersama-sama membangun wilayahnya. Yakni menciptakan Indonesia khususnya DIY yang aman tenteram dan damai,” katanya.

Lihat juga...