Melihat Jejak Erupsi Merapi di Objek Wisata Batu Alien

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Kawasan lereng Gunung Merapi selama ini menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta. Salah satu objek wisata yang patut dikunjungi di kawasan ini adalah Batu Alien yang terletak di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini akan diajak untuk melihat pemandangan menawan lanskap Gunung Merapi dengan suasana pegunungan yang sejuk nan asri.

Tak hanya itu, di lokasi ini, pengunjung juga akan dapat menyaksikan secara langsung jejak keganasan erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam.

Selain terdapat bongkahan batu raksasa muntahan Gunung Merapi, di sini juga terdapat bekas sisa-sisa rumah-rumah warga yang hancur diterjang awan panas.

Salah seorang pengelola, Marsini, menyebut setidaknya ada 8 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal dan menempati lokasi wisata ini sebelum peristiwa erupsi tahun 2010.

Salah seorang pengelola objek wisata Batu Alien, Marsini, dijumpai Minggu (14/11/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Sekarang semua warga telah direlokasi. Sehingga lahan bekas pemukiman rumah warga yang telah rata dengan tanah, dimanfaatkan dan dijadikan tempat wisata Batu Alien ini. Ya semenjak wisata di daerah ini mulai ramai sekitar tahun 2012,” ungkapnya, Minggu (14/11/2021).

Selain bisa datang langsung menuju lokasi, pengunjung juga dapat memanfaatkan paket wisata tur Merapi untuk mengakses objek wisata Batu Alien ini. Dengan menaiki jeep, pengunjung bisa sekaligus berkeliling ke sejumlah lokasi wisata di lereng Gunung Merapi seperti Batu Alien, Bunker Kaliadem, The Lost World Castel, Stonehenge, dan sebagainya.

“Dengan paket wisata tur Merapi, pengunjung hanya akan ditarik biaya Rp10 ribu per jeep. Jadi bisa untuk 4-6 orang. Itu sudah termasuk untuk foto-foto di sejumlah spot yang ada. Namun untuk pengunjung yang datang sendiri, akan ditarik biaya Rp5 ribu per spot foto,” ungkapnya.

Menempati lahan seluas kurang lebih 8000 meter persegi, objek wisata Batu Alien, hingga saat ini masih terus dikembangkan. Rencananya pihak pengelola akan memperluas tempat wisata ke arah selatan untuk membangun sejumlah wahana baru.

“Biasanya saat akhir pekan jumlah pengunjung bisa mencapai 500 orang. Namun semenjak pandemi ini menurun drastis. Baru beberapa minggu terakhir ini mulai agak ramai. Terakhir ada sekitar 40 jeep yang sudah datang ke sini,” katanya.

Dibangun dengan dana mencapai Rp700 juta, objek wisata Batu Alien ini dimiliki oleh 8 KK yang merupakan warga pemilik lahan tersebut. Setiap keuntungan yang didapat dari pengelolaan objek wisata ini akan dibagi. Baik itu untuk pemilik lahan, pengelola, kas pemerintah desa, hingga pengembangan.

Salah satu spot menarik di kawasan wisata Batu Alien, Minggu (14/11/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Tentu keberadaan objek wisata seperti ini sangat membantu perekonomian warga. Karena bisa membuka lapangan pekerjaan, baik itu untuk penyewaan jeep, pedagang oleh-oleh dan makanan, tukang parkir, pengelola, dan sebagainya,” bebernya.

Salah seorang pengunjung, Wisnu, asal Jawa Barat, mengaku tertarik datang ke objek wisata ini karena ingin menyaksikan langsung sisa-sisa keganasan erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam. Berkunjung bersama keluarganya, ia mengaku takjub dengan dampak yang ditimbulkan Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung teraktif di dunia tersebut.

“Tempatnya bagus, suasananya sejuk. Sayang langit pas mendung. Sehingga Gunung Merapi tidak terlihat. Usulan saya kalau bisa ditambah spot-spot foto, sehingga bisa lebih menarik,” katanya.

Lihat juga...