Meski Berstatus PPKM Level 3, Antusiasme Masyarakat Berkunjung ke Bukit Soeharto Tetap Tinggi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PONOROGO — Keberadaan Bukit Soeharto yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di desa Badegan, Ponorogo, yang baru diresmikan pertengahan tahun 2021 lalu, ternyata mampu menarik minat sekaligus rasa penasaran masyarakat untuk singgah dan berkunjung.

Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, selaku pengelola Bukit Soeharto. Foto: Jatmika H Kusmargana

Meski secara resmi belum dibuka karena wilayah Ponorogo sendiri masih berstatus PPKM Level 3, namun antusiasme masyarakat untuk mengunjungi lokasi wisata yang syarat nilai sejarah, khususnya berkaitan dengan jejak Presiden ke-2 RI, HM Soeharto ini, ternyata diketahui cukup tinggi.

Pihak pengelola Bukit Soeharto, yakni KUD Jaya Mandiri Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, bahkan menyebut hampir setiap hari selalu ada saja pengunjung yang datang ke lokasi ini. Didominasi para pelancong, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bukit Soeharto ini akan meningkat saat akhir pekan.

“Saat ini kita memang masih dalam kondisi PPKM Level 3. Sehingga secara ketentuan resmi belum dibuka. Namun memang pengunjung setiap hari selalu ada. Kalau hari minggu lumayan ramai. Ya walaupun belum normal seperti biasa, namun Alhamdulillah bisa ada pemasukan sedikit-sedikit. Yang penting bisa cukup untuk bayar listrik,” ungkap Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro.

Wahyu sendiri mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata baru Bukit Soeharto ini. Meskipun di sisi lain, kondisi Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan juga sangat menghambat pihak pengelola untuk bisa membuka objek wisata yang menawarkan suasana dan panorama alam pegunungan ini secara penuh.

“Kita hanya bisa berharap agar kondisi Pandemi Covid-19 ini benar-benar bisa segera berakhir. Sehingga Bukit Soeharto bisa segera dibuka secara penuh,” ungkapnya.

Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, tepatnya di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sehingga sejak saat itu bukit ini dinamai dengan Bukit Soeharto.

Sempat terbengkalai dan kurang terawat selama bertahun-tahun, akhirnya sekitar tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML). Luasan bukit yang awalnya hanya sekitar 0,7 hektare pun diperluas menjadi 6 hektar untuk pengembangan.

Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni lalu, sampai saat ini renovasi dan pembenahan objek wisata Bukit Soeharto masih terus dilakukan. Selain menjadi alternatif objek wisata keluarga yang menarik, kawasan Bukit Soeharto ini juga telah disulap menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Di samping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok presiden RI ke 2 HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto yang dikelola KUD Jaya Mandiri Sejahtera ini juga diharapkan mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya. Sehingga akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.

Lihat juga...