Mukomuko Minta BLT-DD Diberikan Tunai

MUKOMUKO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meminta pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa secara tunai atau langsung kepada masyarakat yang sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Awal November 2021 sudah diingatkan, saya harap dan imbau semuanya agar membagikan BLT-DD secara tunai atau langsung kepada masyarakat yang sudah divaksinasi,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko, Gianto, dalam keterangannya di Mukomuko, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan hal itu, karena masih ada 17 dari 65 desa di daerah ini membagikan BLT-DD secara nontunai atau melalui rekening kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayahnya.

Pihaknya mengeluarkan kebijakan agar pembagian BLT-DD secara tunai, dalam rangka mendukung program nasional berupa vaksinasi.

Untuk itu, menurut dia seharusnya camat dan kades dapat bijaksana dalam melakukan penyaluran BLT-DD disesuaikan dengan cara tunai, sehingga masyarakat dapat hadir dan diberikan pelayanan sesuai protokol kesehatan.

Dengan pembagian secara tunai, petugas dapat memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di lokasi pembagian BLT-DD untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Sehingga target pemerintah pusat bisa terealisasi, yakni meningkatkan kekebalan komunal bagi masyarakat khususnya di daerah ini,” katanya.

Kendati demikian, pemerintah daerah setempat tetap membagikan BLT-DD kepada masyarakat yang terkendala kesehatan menerima vaksinasi Covid-19.

Ia menyebutkan, 6.161 keluarga penerima manfaat BLT-DD yang tersebar di 148 desa di daerah ini sesuai dengan peraturan kepala desa (perkades), terhitung per 28 Oktober 2021. Realisasi penyalurannya kepada 5.497 keluarga.

Sebanyak 148 desa di Kabupaten Mukomuko pada 2021 mendapatkan Dana Desa Rp123,16 miliar, meningkat dibandingkan dengan pada 2020 senilai Rp122,88 miliar.

Dari Dana Desa Rp123,16 miliar pada 2021 itu, lanjutnya, setiap desa di daerah ini mendapatkan Dana Desa paling sedikit Rp600 juta dan paling banyak Rp1,5 miliar. (Ant)

Lihat juga...