Musim Hujan Tiba, Warga di Sikka Bisa Tampung Air

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Turunnya hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di hampir semua wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun tidak rutin setiap hari namun sangat disyukuri sebagian besar warga.

Kepala Puskesmas Kewapante,Theresia Angelina Bala mengakui, datangnya hujan sangat dinantikan masyarakat di desanya yang sebagian besar kesulitan air bersih.

“Saat musim hujan, warga senang karena bisa menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan mereka setiap harinya,” sebut Theresia saat dihubungi,Kamis (11/11/2021).

Theresi menyebutkan, dari 8 desa di Kecamatan Kewapante, sebagian besar desa terutama yang wilayahnya berada di perbukitan hanya mengandalkan air hujan untuk konsumsi sehari-hari.

Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (9/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengakui, selama air hujan dimasak terlebih dahulu sebelum diminum maka tidak menjadi masalah bagi kesehatan, tetapi memang rasanya sedikit agak berbeda bagi yang belum terbiasa.

“Air hujan juga aman diminum asal dimasak hingga mendidih terlebih dahulu. Sejak turun temurun masyarakat yang tinggal di gunung selalu mengonsumsi air hujan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir menjelaskan, dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka, 17 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Daeng Bakir menyebutkan, BPBD Sikka telah melakukan pendistribusian air bersih sebanyak 465 tangki berukuran 5 ribu liter sehingga total air yang didistribusikan sebanyak 2.325.000 liter.

“Kami menggunakan biaya tak terduga tahun 2021 sebesar Rp.222 juta. Pendistribusian air berlangsung selama sebulan sejak tanggal 25 September hingga 24 Oktober 2021,” ujarnya.

Daeng Bakir menerangkan, air bersih tersebut didistribusikan kepada warga di 72 desa dan kelurahan yang tersebar di 17 kecamatan.

Lanjutnya, hanya 4 kecamatan saja yakni Mapitara, Tanawawo, Doreng, dan Waiblama yang tidak mengalami krisis air bersih.

Ia mengakui pada setiap titik, pihaknya mendistribusikan 10 hingga 40 tangki termasuk di Pulau Pemana dengan menggunakan profil tank ukuran 1.100 liter dengan mengambil air dari Desa Gunung Sari di wilayah barat Pulau Pemana.

Lihat juga...