Musim Penghujan Pengaruhi Produksi Budidaya Sayuran Petani

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Musim penghujan dengan intensitas lebat terjadi di sejumlah wilayah di Lampung termasuk Bandar Lampung. Bagi sejumlah petani komoditas sayuran hal tersebut berpotensi merusak tanaman.

Wagiman, salah satu petani sayuran di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang menyebut hujan berpotensi merusak sawi, kangkung, selada, cabai dan tomat yang siap panen. Normalnya jenis tanaman tersebut hanya butuh air terbatas untuk pertumbuhan.

Tanaman jenis selada sebut Wagiman rentan busuk dalam pengiriman. Imbas hujan dan genangan air pada media guludan tanah akar akan membusuk.

“Usai hujan kerap sebagian tanaman rusak karena daun patah, sebagian buah tomat dan cabai rentan busuk saat panen,” terang Wagiman saat ditemui Cendana News, Senin (1/11/2021).

Wagiman mengatakan, sebagian sayuran yang telah dipanen harus dicuci dengan air bersih. Sebab air hujan kerap mengandung zat asam dan dapat mempercepat pembusukan.

Usai hujan melanda sebagian wilayah Bandar Lampung ia menyebut penyiraman tetap harus dilakukan. Penyiraman memakai air dan zat kapur bertujuan mengurangi kadar asam atau PH pada tanah dan tanaman.

Petani sayuran, Siti Romlah di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, Senin (19/7/2021)(Dok: Henk Widi)

Siti Romlah, petani lain di Kelurahan Way Kandis mengatakan, antisipasi kerusakan petani memakai penutup. Pada sistem pertanian semi modern, sebagian memakai penutup atap plastik atau memakai atap jaring, bertujuan meminimalisir hujan merusak tanaman.

“Saat kemarau penutup digunakan agar hindari terik matahari, saat penghujan lindungi sayuran dari pembusukan,” ulasnya.

Tanpa penanganan tepat, Siti Romlah bilang budidaya sayuran rentan gagal dan ikut mempengaruhi harga. Normalnya perikat sayuran selada, kangkung, sawi, bayam pada level petani mencapai Rp1.000. Imbas penghujan, gagal panen dan sayuran rentan busuk harga bisa naik dua kali lipat.

Tumijan dan Suminah, pedagang sayuran di pasar Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras menyebut pasokan, distribusi mempengaruhi harga sayuran. Jenis sayuran sebutnya kerap alami ketersendatan pasokan imbas penghujan. Sebagian petani telah menaikkan harga mulai Rp500 hingga Rp1.000 perikat.

Suminah mengaku beberapa sayuran yang dijual berasal dari petani di wilayah Way Kandis. Sebagian berasal dari petani di wilayah Pesawaran dan Lampung Selatan. Ia menyebut penghujan berimbas potensi kerusakan pada tanaman meningkat.

Lihat juga...