ODGJ di Sikka Capai 1.165 Orang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah dari hari ke hari hingga mencapai angka 1.165 orang di Oktober 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Jumat (26/11/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Jumlah ODGJ kita hingga Oktober 2021 sebanyak 1.165 orang yang tersebar di hampir semua Puskesmas di 21 kecamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui, Jumat (26/11/2021).

Petrus menyebutkan, jumlah ODGJ terbanyak terdapat di Puskesmas Kopeta di Kecamatan Alok Kota Maumere sebanyak 131 orang disusul oleh Puskesmas Waipare Kecamatan Kangae sebanyak 90 orang.

Lanjutnya, Puskesmas Beru di Kota Maumere sebanyak 85 orang, Puskesmas Kewapante Kecamatan Kewapante sebanyak 77 orang.

Selain itu menyusul di Puskesmas Wolofeo Kecamatan Tanawawo dan Nanga di Kecamatan Lela masing-masing 63 orang.

“Paling sedikit ODGJ terdapat di Puskesmas Paga sebanyak 12 orang disusul Puskesmas Palue yang paling sedikit, sebanyak 7 orang,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kewapantae, Theresia Angelina Bala menyebutkan, jumlah ODGJ di wilayahnya hingga November 2021 sebanyak 82 orang.

Theresia mengatakan, rata-rata ODGJ yang berada di wilayahnya masih dalam taraf ringan dan sedang, sehingga pihaknya terus memantau pemberian obat.

“Kita melibatkan petugas medis dan non medis yang berperan sebagai sahabat sehat untuk memantau pemberian obat dan perkembangan ODGJ yang ada di wilayah Kecamatan Kewapante,” ujarnya.

Theresia mengakui, di wilayahnya terdapat rumah singgah bagi para ODGJ yang ditangani oleh sebuah biara dan melibatkan para rohaniwan atau pastor.

Menurutnya, sudah sepantasnya di Kabupaten Sikka dibangun sebuah panti atau rumah sakit untuk menampung para ODGJ, sebab di Panti Santa Dhymphna Maumere hanya menampung perempuan.

“Kalau ada panti rehabilitasi atau rumah sakit maka para OGDJ akan ditangani lebih serius dan pasti bisa sembuh bila rutin konsumsi obat dan ditangani psikolog,” ungkapnya.

Lihat juga...