Pandemi Dorong Pelaku UMKM Lebih Kreatif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Masa pandemi Covid-19 dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan mendorong pelaku usaha kecil lebih kreatif. Mulai dari memaksimalkan peluang hingga mencari cocok yang tepat dalam berusaha. 

Seperti yang dilakukan Armansah, warga asal Kelurahan Kupang Teba, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung ini menerapkan dua cara, yakni membuka warung di rumah dan berjualan memakai gerobak.

Pedagang perabotan untuk peralatan rumah tangga ini mengunjungi sejumlah lokasi dengan memakai gerobak roda dua, sementara dagangan di rumah dijaga oleh istri. Usaha berjualan dengan gerobak memberi omzet puluhan hingga ratusan ribu perhari.

“Setelah seharian menjual perabotan dengan gerobak dilanjutkan dengan istirahat di rumah melayani konsumen yang ada di warung. Yang penting bisa menjadi sumber penghasilan dari menjual perabotan,” terang Armansah saat ditemui Cendana News, Selasa (9/11/2021)

Armansah mengatakan, usaha berjualan perabotan rumah tangga dilakukan dengan gerobak dilakukan sejak lima tahun silam. Sebelum pandemi Covid-19 ia memanfaatkan pasar malam dan bazaar. Namun adanya larangan operasional berimbas ia memakai tekhnik keliling.

Ibrahim, pelaku usaha kecil penjualan kuliner di Pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang, Bandar Lampung juga memanfaatkan gerobak. Sejak lima tahun silam usaha penjualan lemang ketan dan tape ketan hitam dijalankan memakai gerobak.

Ia menyebut usaha memakai gerobak bisa dilakukan pada satu lokasi. Namun dalam kondisi tertentu ia bisa berpindah ke sejumlah lokasi strategis lain.

“Sejak dua pekan lalu pasar Bambu Kuning ditertibkan dari pedagang kaki lima sehingga bisa berjualan di dekat Jalan Kartini,”terangnya.

Menjalankan usaha dengan gerobak sebutnya lebih praktis dan dapat mengatasi keterbatasan lokasi usaha. Sebab bisa kembali pulang ke rumah setelah semua barang terjual.

Memanfaatkan modal berupa motor, koneksi dengan produsen kerupuk ikan jadi peluang bagi Sunarso. Warga asal Tanjung Karang itu memilih menjual kerupuk ikan dengan keliling memakai motor.

Setiap hari ia membawa kerupuk yang telah dikemas ke permukiman warga. Kerupuk yang telah dikemas dijual dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp15.000. Setiap hari ia bisa menjual hingga puluhan bungkus beromset ratusan ribu.

“Berbagai peluang usaha kecil sangat terbuka saya kerjakan dengan menjual kerupuk ikan memakai motor,” ulasnya.

Semula ia membuka usaha di tepi Jalan RE Martadinata sebagai akses ke sejumlah objek wisata. Namun menurunnya kunjungan wisatawan berimbas pada sepinya penjualan. Agar tetap mendapat konsumen berkeliling jadi alternatif.

Memakai motor keliling yang dimodifikasi juga dilakukan oleh Taiq Malik. Warga asal Lempasing, Teluk Betung Timur itu memakai motor dengan tempat untuk memanggang dan stok daging ayam untuk penjualan sate.

Keliling memakai motor sebutnya membuat ia masih bisa mendapat omset ratusan ribu. Perporsi sate ayam dengan lontong dijual olehnya seharga Rp15.000. Memanfaatkan peluang ia berjualan ke sejumlah destinasi wisata di Bandar Lampung dan Pesawaran.

“Lokasi berjualan dengan memakai motor sangat tepat untuk mendapat keuntungan dari menjual sate ayam,”ulasnya.

Taiq Malik, salah satu pedagang sate keliling di Lempasing, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, Selasa (9/11/2021). Foto: Henk Widi

Memanfaatkan lokasi dengan memanfaatkan tepi jalan dilakukan Danang. Warga Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung itu menjual kelapa muda. Lahan halaman rumah sebutnya dimanfaatkan sebagai tempat menjual kelapa muda.

Meski sederhana namun ia menyebut usaha kelapa muda miliknya berada pada lokasi strategis. Lokasi berada di perlintasan jalan menuju Bandar Lampung dan Lampung Selatan.

Usaha kecil memanfaatkan tempat menetap sebutnya tetap bisa mendapat penghasilan. Setiap hari ia bisa menjual sebanyak 100 hingga 150 butir dengan harga kelapa muda mulai Rp8.000 hingga Rp10.000. Memanfaatkan tempat menetap ia menyebut usaha kelapa muda miliknya telah memiliki pelanggan tetap. Pelanggan tetap memesan kelapa muda untuk dibungkus atau diminum pada tempat yang disediakan.

Lihat juga...