Pelaku Penembakan Pos Polisi di Aceh Barat Menyerahkan Diri

BANDA ACEH – Polda Aceh menyatakan empat terduga pelaku penembakan pos polisi di Kabupaten Aceh Barat, yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang atau DPO, akhirnya menyerahkan diri.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy, mengatakan mereka menyerahkan diri setelah polisi melakukan upaya persuasif dengan pihak keluarga dan aparatur desa.

“Mereka datang dengan penuh kesadaran untuk menyerahkan diri. Ini adalah upaya persuasif yang dilakukan polisi secara maraton selama lima hari,” kata dia di Banda Aceh, Sabtu (27/11/2021).

Ia tidak menyebutkan inisial empat DPO itu. Namun, mereka datang juga diantar keluarga beserta empat pucuk senjata api laras panjang, masing-masing satu senapan serbu M16 beserta tiga magasin dan tiga senapan serbu AK-56 dengan tiga magasin.

“Mereka juga menyerahkan 114 peluru kaliber 5,56 mm dan 283 peluru kaliber 7,62, mm” kata dia.

Ia mengatakan, polisi tidak menahan ke empat terduga pelaku itu dengan pertimbangan subjektif penyidik, bahwa mereka sangat kooperatif, tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

“Mereka juga bersedia hadir di hadapan penyidik kapan pun dibutuhkan serta adanya jaminan dari pihak keluarga dan aparat gampong. Mereka diwajibkan lapor setiap Senin dan Kamis,” kata dia.

Ia mengatakan, melakukan upaya persuasif sehingga mereka menyerahkan diri tidaklah mudah. Ada peran Kepala Polda Aceh, Inspektur Jenderal Polisi Ahmad Haydar, yang menjamin keselamatan dan merangkul mereka hingga timbul kesadaran untuk menyerahkan diri.

Dengan menyerahkan diri mereka, kata Winardy, kasus penembakan Pos Pol Panton Reu di Polres Aceh Barat telah diungkap secara tuntas oleh tim gabungan dari Polres Aceh Barat, Polda Aceh, dan Densus 88 Satgaswil Aceh.

Lihat juga...