Pelaku Usaha di Bandar Lampung Sambut Positif Beroperasinya Sektor Pariwisata

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Geliat sejumlah pelaku usaha kecil pendukung sektor usaha pariwisata mulai terlihat di Bandar Lampung. Hardianto, pemilik usaha jasa bengkel tambal ban, isi angin dan reparasi menyebut ia mulai banyak mendapat order. Sektor usaha pariwisata bahari di sepanjang pesisir Bandar Lampung hingga Kabupaten Pesawaran ikut berdampak positif bagi usaha jasa miliknya.

Pengendara motor, mobil sebutnya kerap membutuhkan jasa tambah angin, tambal ban hingga ganti oli. Jasa bengkel reparasi kerusakan kendaraan hingga isi angin nitrogen, bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite juga disiapkan.

“Kendaraan roda dua dan roda empat kerap mengalami masalah ban, rantai hingga bahan bakar minyak habis, sehingga jadi peluang untuk usaha saya, ketika objek wisata kembali dibuka ada peluang terbuka karena volume kendaraan meningkat,” terang Hardianto saat ditemui Cendana News, Selasa (2/11/2021).

Hardianto mengatakan, selain usaha bengkel, lokasi strategis di tepi jalan menuju objek wisata cukup menghasilkan. Ia menyebut sang istri membantu dengan usaha membuka warung penyedia makanan, minuman ringan. Penyediaan meja, kursi hingga menjual es kelapa muda menjadikan usaha bengkel jadi lokasi istirahat.

Peluang usaha yang kembali bergairah sebut Hardianto mulai bisa menutupi modal. Ia menyebut saat ini belum banyak berharap akan keuntungan berlipat.

“Peluang usaha untuk mendapatkan omzet sangat berkaitan dengan operasional objek wisata,” tegasnya.

Burhanudin, penyedia jasa tambal ban di Jalan Lintas Sumatera mengaku volume kendaraan melintas mulai meningkat. Sebelumnya penyekatan kendaraan dari luar wilayah berimbas pada kendaraan masuk Bandar Lampung menurun.

“Akses menuju ke objek wisata tidak pernah sepi sehingga usaha jasa bengkel saya buka selama seharian penuh,” tegasnya.

Burhanudin, penyedia jasa tambal ban di Jalan Lintas Sumatera, Panjang, Bandar Lampung, Selasa (2/11/2021). Foto: Henk Widi

Penyedia jasa ojek perahu, Firmansah, mengaku sudah mulai aktif menawarkan jasa menuju pulau Permata. Destinasi wisata di Lempasing, Teluk Betung Timur tersebut mematok tarif Rp30.000 pulang pergi setiap orang.

Ia menyebut setiap hari menyediakan jasa untuk penyeberangan sehingga masih bisa mendapat penghasilan. Sang istri sebutnya memanfaatkan peluang dengan membuat warung makanan tradisional berupa pempek, siomay dan otak otak.

Beroperasinya sejumlah destinasi wisata menurutnya berpeluang menjadi sumber penghasilan warga. Sebelumnya saat operasional objek wisata ditutup ia kembali menjadi nelayan. Kini ia mulai bisa mendapat penghasilan ratusan ribu perhari dari jasa ojek perahu.

Lihat juga...