Pemdes Badegan Yakin Bukit Soeharto dapat Dukung Perekonomian Warga Sekitar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PONOROGO — Pemerintah Desa Badegan Ponorogo Jawa Timur, memiliki harapan besar kawasan wisata Bukit Soeharto yang dibangun Yayasan Damandiri melalui KUD Jaya Mandiri Sejahtera, sejak beberapa tahun terakhir, akan mampu membawa manfaat ekonomi luar biasa besar bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Badegan, Ponorogo, Didik Suyanto, kepada Cendananews belum lama ini. Didik sendiri mengaku telah menyusun rencana pengembangan kawasan wisata Bukit Soeharto. Yakni menjadi wahana wisata bertemakan hutan alami, serta memiliki fasilitas pendukung modern yang mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah.

“Bukit Soeharto atau Monumen Soeharto ini, perlu dilestarikan karena menyimpan sejarah mengenai sosok Presiden kedua RI, Bapak HM Soeharto. Selain itu, dengan potensi pariwisatanya yang luar biasa, Bukit Soeharto juga harus terus dikembangkan agar bisa menjadi tempat wisata nasional di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Selaku Kepala Desa setempat, Didik mengaku telah mengambil sejumlah langkah kebijakan untuk bisa mewujudkan rencana tersebut. Diantaranya adalah dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak khususnya Perum Perhutani, mengingat kawasan Bukit Soeharto berada di wilayah pengelolaan Perhutani.

“Pengembangan Bukit Soeharto ini sangat penting karena akan bisa membuka lapangan kerja baru serta menjadi sumber mata pencaharian masyarakat desa Badegan di sektor pariwisata. Karena itu kami atas nama pemerintahan desa Badegan juga memohon kepada Yayasan Damandiri agar ikut membantu mewujudkan tujuan tersebut,” katanya.

Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, tepatnya di Jalan Raya utama Ponorogo-Wonogiri, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sehingga sejak saat itu bukit ini dinamai dengan Bukit Soeharto.

Sempat terbengkalai dan kurang terawat, pada tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML). Luasan bukit yang awalnya hanya sekitar 0,7 hektare diperluas menjadi 6 hektar untuk pengembangan.

Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni lalu, sampai saat ini renovasi dan pembenahan objek wisata Bukit Soeharto masih terus dilakukan. Selain menjadi alternatif objek wisata keluarga yang menarik, kawasan Bukit Soeharto ini juga telah disulap menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Disamping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok presiden RI ke 2 HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini juga diharapkan mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya.

Lihat juga...