Pemimpin Belarus Wacanakan Memotong Saluran Pipa Gas ke Eropa

Para migran berkumpul di dekat pagar kawat saat berusaha melewati perbatasan ke Polandia di Grodno, Belarus, Senin (8/11/2021) - Foto Ant

MOSKOW – Pemimpin Belarus, Alexander Lukashenko, mengemukakan kemungkinan dia dapat menutup transit gas alam ke Eropa yang salurannya melalui Belarus. Hal itu akan dilakukan, sebagai pembalasan terhadap sanksi baru Uni Eropa, yang dijatuhkan atas penanganan migran negaranya.

Uni Eropa, pada Rabu (10/11/2021) menuduh Belarus melakukan serangan hibrida, pada blok itu dengan mendorong ribuan migran yang melarikan diri dari kemiskinan dan daerah yang dilanda perang, untuk mencoba menyeberang ke Polandia.

Uni Eropa juga bersiap untuk menjatuhkan sanksi baru pada Minsk. Lukashenko, yang didukung oleh sekutu dekat Rusia, telah menepis tuduhan itu dan menyalahkan blok 27 negara dan Barat, karena memicu krisis di perbatasan negaranya dengan negara-negara Uni Eropa.

Ia mewacanakan kemungkinan pemutusan pipa gas Yamal, yang membawa gas Rusia melintasi Belarus dalam perjalanan ke Polandia dan Jerman. “Kami sedang membuat gerah Eropa, mereka masih mengancam kami bahwa mereka akan menutup perbatasan. Dan apa yang terjadi jika kami mematikan gas alam di sana?,” kata Lukashenko.

“Oleh karena itu, saya akan anjurkan agar para pemimpin Polandia, orang Lituania dan orang-orang tanpa otak lainnya berpikir sebelum berbicara,” katanya.

Pasar gas Eropa, di mana harga telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, akan sangat sensitif terhadap gangguan aliran gas Rusia melalui Belarus. Uni Eropa telah melempangkan jalan bagi sanksi baru terhadap Belarus pada awal minggu depan.

Ukraina disebut-sebut, akan mengerahkan sekira 8.500 tentara dan petugas polisi lainnya, dengan diperkuat 15 helikopter, untuk menjaga perbatasannya dengan Belarus. “Bertujuan untuk mencegah kemungkinan upaya para migran melanggar perbatasan,” kata menteri Dalam Negeri Ukraina, Denys Monastyrskiy, Kamis (11/11/2021).

Lihat juga...