Pemkab Agam Kembangkan Budi Daya Ikan Gabus

LUBUK BASUNG – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat sedang mengembangkan budi daya ikan gabus, dalam upaya pengalihan usaha keramba jaring apung di Danau Maninjau ke daratan.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira, mengatakan lokasi budi daya ikan gabus sudah disiapkan dengan luas 500 meter bujur sangkar.

“Lokasi ini akan kita jadikan sebagai kolam percontohan budi daya ikan gabus dan lele,” katanya di Lubukbasung, Minggu (21/11/2021).

Ia mengatakan, budi daya ikan gabus itu dikembangkan, karena peluang pasar cukup luas mulai pasar moderen, hotel dan lainnya

Ditambah harga setiap kilogramnya cukup tinggi. Untuk ikan gabus basah, tambahnya, dengan harga Rp80 ribu per kilogran dan ikan gabus kering Rp200 ribu per kilogram. “Prospek budi daya ikan gabus cukup bagus dan bibit tersedia di Sumbar,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan budi daya ikan gabus itu dalam rangka pengalihan usaha dari keramba jaring apung ke daratan.

Ini mengingat, bahwa danau vulkanik dalam kondisi tercemar berat, sehingga beban harus dikurangi.

“Kita bakal mengembangkan kolam terpal di sekitar Danau Maninjau,” katanya.

Selain pengembangan budi daya ikan gabus, pihaknya juga menyerahkan bantuan perahu dan jaring ikan bagi nelayan di Danau Maninjau. Bantuan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (Ant)

Lihat juga...