Penerimaan Pajak Daerah Kabupaten Kudus Mencapai Rp128,85 Miliar

Poster kampanye taat membayar pajak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah - Foto Ant 
KUDUS – Penerimaan pajak daerah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), selama Januari hingga akhir Oktober 2021, sudah mencapai sebesar Rp128,85 miliar atau 102,46 persen dari target penerimaan sebesar Rp125,76 miliar.

“Meskipun sudah melampaui target, tidak semua pos penerimaan pajak daerah mencapai target,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, Sabtu (13/11/2021).

Ia mengungkapkan, target penerimaan pajak sebesar Rp125,76 miliar, berasal dari 11 pos penerimaan pajak. Meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak penerangan jalan. Kemudian, ada pajak mineral bukan logam batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, PBB, dan bea perolehan hak tanah bangunan.

Untuk pajak hotel, ditargetkan sebesar Rp2,6 miliar, pajak restoran sebesar Rp9,64 miliar, pajak hiburan sebesar Rp553,89 juta, pajak reklame Rp3,2 miliar, pajak penerangan jalan Rp51,7 miliar, dan pajak parkir Rp616,1 juta.

Kemudian untuk pajak air tanah sebesar Rp2,79 miliar, pajak sarang walet sebesar Rp10,87 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan lainnya sebesar Rp36,1 juta, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2) sebesar Rp25,5 miliar, dan pajak bea perolehan hak tanah bangunan (BPHTB) sebesar Rp29 miliar.

Dari 11 pos penerimaan pajak daerah, baru tiga pos penerimaan yang realisasinya melampaui target. Di antaranya, pajak air tanah, PBB, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)-pemindahan hak. Sedangkan selebihnya, belum mencapai target. Untuk target pajak air tanah selama setahun sebesar Rp2,79 miliar, sedangkan realisasinya hingga akhir Oktober 2021 sebesar Rp3,1 miliar, target PBB sebesar Rp25,5 miliar terealisasi sebesar Rp37,6 miliar, dan BPHTB dari target Rp29 miliar terealisasi sebesar Rp35,11 miliar.

Meskipun demikian, dia optimistis hingga akhir 2021, rencana penerimaan pajak tersebut bisa tercapai. Dengan sisa waktu yang ada akan berupaya agar penerimaan pajak daerah dari sejumlah pos bisa memenuhi target. Meskipun masih masa pandemi COVID-19 tetap akan diupayakan bisa mendapatkan hasil maksimal. (Ant)

Lihat juga...