Pengawasan Orang Asing Diperketat Jelang WSBK Mandalika

PRAYA – Pengawasan terhadap orang asing menjelang Wolrd Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akan diperketat oleh Kantor Imigrasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta mendukung kegiatan balapan motor tersebut.

“Semua anggota Timpora diharapkan senantiasa siap selalu dalam menghadapi isu keamanan dan ketertiban penyelenggaraan WSBK di Mandalika Internasional Street Circuit,” kata Kepala Subseksi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Reza Mulyawan, di Praya, Rabu (17/11/2021).

Dalam rangka menyambut pergelaran balapan Asian Talent Cup (IATC) dan World Super Bike Tahun 2021 tersebut, Kantor Imigrasi Mataram telah menggelar rapat pengawasan terhadap orang asing bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Lombok Tengah, di Lombok.

“Kami ingin berkoordinasi dengan semua pihak, baik TNI-Polri atau Timpora, untuk mencegah isu yang dapat menimbulkan gangguan keamanan pada WSBK Mandalika,” katanya.

Ia mengatakan, isu-isu yang dimaksudkan itu adalah yang timbul dari wisatawan asing maupun domestik, karena penonton pada WSBK ini tidak hanya dari luar negeri, tetapi dari beberapa daerah di Indonesia.

“Itu sebabnya kami melakukan rapat koordinasi untuk bertukar informasi ketika ada persoalan yang muncul dari orang asing, baik di tingkat paling bawah, supaya tidak mengganggu ajang WSBK itu,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa Kantor Imigrasi Mataram tidak bisa bersentuhan langsung dengan wisatawan yang datang dari luar negeri, karena mereka telah diperiksa di Bandara Sukarno Hatta di Jakarta, baru ke Lombok. Sehingga dibutuhkan sinergitas antara semua pihak yang ada di Lombok Tengah untuk sama-sama mendukung kegiatan tersebut.

“Ketika ada masalah, kami bisa menentukan sikap atau solusi, sehingga kami butuh data siapa-siapa wisatawan yang datang tersebut,” katanya.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh anggota Timpora untuk mengoptimasikan segala bentuk upaya pencegahan masalah selama penyelenggaraan WSBK berlangsung, mengingat Lombok Tengah saat ini tengah menjadi perhatian komonitas dunia di Pulau Lombok.

“Lombok Tengah saat ini menjadi lokasi kunjungan dunia dengan adanya WSBK ini. Dunia akan menilai apakah Indonesia bisa sukses atau tidak melaksanakan kegiatan internasional,” katanya.

Sebab itu, menurut dia dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara anggota Timpora untuk menyukseskan World SuperBike Tahun 2021, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap, masyarakat juga ikut sama-sama mendukung kegiatan WSBK ini untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya. (Ant)

Lihat juga...