Pengelola Gencarkan Promosi Paket Wisata Pulau Pahawang Sambut Akhir Tahun

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Mendekati akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022, sejumlah pelaku usaha pariwisata mulai melakukan promosi paket wisata ke pulau Pahawang, Lampung. Sejumlah perjalanan pariwisata dengan konsep open trip tanpa menggunakan jasa pemandu, paket wisata dengan pemandu dan akomodasi, mulai disiapkan.

Roby, salah satu penyedia paket perjalanan wisata, mengaku gencar berpromosi di platform media sosial, seperti Instagram, Twitter, Facebook dan blog. Pelaku usaha perjalanan pariwisata bahari dengan objek pulau Pahawang itu mengaku order atau booking villa, penginapan, homestay belum signifikan, jika dibandingkan dengan tahun 2019 silam. “Faktor pandemi menjadi penyebab minat wisatawan berkunjung asal luar Lampung, mengalami penurunan,” kata Robby, Minggu (21/11/2021).

Menurut Robby, normalnya sejumlah penyedia paket perjalanan wisata menyediakan akomodasi bervariasi. Sebagian paket wisata berupa penyediaan villa, paket wisata 2 hari 1 malam, paket 3 hari 2 malam. Menyesuaikan budget atau tarif yang ditetapkan, ia menyebut villa disediakan dengan tarif mulai Rp3,5juta hingga Rp14,5 juta. Sebagian paket wisata dibanderol mulai Rp375.000 hingga Rp500.000 dengan konsep homestay.

“Sebagian paket wisata mulai banyak direservasi melalui direct message Instagram, atau menelepon langsung ke nomor yang saya sediakan, brosur lengkap akomodasi yang disediakan berupa tempat tidur, kapal, spot untuk dikunjungi kami kirimkan menyesuaikan keinginan wisatawan,” terang Robby.

Robby bilang, salah satu kendala wisatawan asal pulau Jawa berupa kewajiban melalukan swab test. Bukti negatif Covid-19 bagi penumpang pejalan kaki asal Sumatra tujuan Jawa, mengakibatkan sebagian wisatawan berpikir ulang. Pasalnya, sejumlah lokasi swab antigen di Bakauheni sebelum naik ke kapal memasang tarif Rp90.000 hingga Rp100.000 per orang. Sebagian wisatawan memilih melakukan penjadwalan ulang untuk paket perjalanan wisata.

Pintu gerbang menuju ke dermaga 4 Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Minggu (21/11/2021). –Foto: Henk Widi

Sebagian wisatawan yang ingin melakukan perjalanan ke pulau Pahawang, sebutnya kerap datang berombongan, menggunakan bus, travel wisata. Sebagian penghobi wisata dengan touring memakai motor tetap datang ke pulau Pahawang, dengan menitipkan motor di Ketapang. Meski tetap ada pesanan, ia menyebut jumlah pesanan tidak sebanyak pada masa liburan dua tahun sebelumnya.

“Kalau berdasarkan jumlah wisatawan dibandingkan dua tahun lalu, lebih berkurang, namun tetap ada yang memesan,” ulasnya.

Usman, salah satu penyedia jasa kapal penyeberangan wisata juga mengaku pesanan mengalami penurunan. Normalnya, setiap akhir pekan ia bisa menerima pesanan kapal dengan harga menyesuaikan jumlah penumpang. Selama tidak ada wisatawan yang berkunjung ke pulau Pahawang, ia masih melayani pemesanan dari warga. Sebagian warga melakukan perjalanan untuk berbelanja ke pulau Sumatra.

Sebagian wisatawan dengan open trip memilih memesan perahu dengan tarif perjalanan per orang.

Usman mengatakan, mulai bergeliatnya kunjungan ke pulau Pahawang dipengaruhi oleh promosi. Namun, ia menyebut belum berakhirnya pandemi berimbas pada berkurangnya sejumlah wisatawan ke pulau yang terkenal keindahannya itu. Sebagian wisatawan memilih berkunjung tanpa menginap.

“Menyesuaikan budget atau biaya, sebagian wisatawan berkunjung hanya sehari, lalu kembali pulang,” ulasnya.

Sementara itu Firdaus, salah satu porter atau juru angkat barang di dermaga 4 Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan, mengaku masih mendapat penghasilan.

Ia menyebut, sebagian warga yang berbelanja ke pasar Hanura membawa barang ke dermaga 4 Ketapang. Sebagian wisatawan yang datang untuk berlibur ke pulau Pahawang dengan membawa peralatan memanfaatkan jasanya untuk mengangkat barang.

Reservasi penginapan, villa, homestay sejumlah objek wisata diakui Firdaus normalnya telah berlangsung sejak awal Desember. Wisatawan memilih akan menghabiskan waktu untuk berlibur ke pulau Pahawang jelang pergantian tahun. Namun, katanya, kebijakan protokol kesehatan berbarengan dengan libur Natal dan Tahun Baru yang dibatasi berpotensi mengurangi jumlah kunjungan. Kunjungan diprediksi berasal dari lokal wilayah Lampung.

Lihat juga...