Penghujan Jadi Kendala Sejumlah Petani Jaga Produksi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Penghujan yang mulai melanda wilayah Lampung ikut berdampak pada petani sayur. Sejumlah strategi dilakukan petani untuk dapat mempertahankan produksi.

Wiyono, salah satu petani sayur asal Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut hujan kerap berimbas sayuran rusak. . Sebagai antisipasi ia memakai peneduh tradisional terbuat dari waring atau jaring, pelepah daun kelapa.

Penghujan sebutnya berdampak kadar PH atau zat asam pada tanah meningkat. Sebagai penurun PH tanah ia menyiram tanaman memakai zat kapur yang dinilai sangat efektif untuk menurunkan kadar asam pada tanah.

“Ketika sayuran tergenang oleh air resiko pembusukan pada akar meningkat, terutama ketika penghujan terjadi pada malam hari genangan air tidak sempat dibuang, penurunan produksi pasti akan terjadi ketika batang sayuran membusuk dan populasi tanaman berkurang,” terang Wiyono saat ditemui Cendana News, Senin (8/11/2021).

Resiko komoditas sayuran yang kerap rusak kala penghujan sebut Wiyono dapat jadi penyebab kenaikan harga karena pasokan ke pengepul kerap tidak memenuhi kuota. Daya simpan sayuran yang kerap tidak bertahan lama imbas proses pembusukan juga jadi kendala bagi petani tradisional.

Mengatasi dampak sayuran dan tanaman rusak, Suyatin, petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan memilih menggunakan mulsa plastik untuk mengurangi dampak tanah terkena erosi.

“Saya mengalami gagal panen pada tanaman melon, cabai keriting dampak lahan tergenang air,” ulasnya.

Wiyono, salah satu petani di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Senin (8/11/2021). Foto: Henk Widi

Ia juga menyebut petani harus memiliki pemahaman pada musim dan perubahan cuaca. Memahami masa tanam yang dibagi dalam masa tanam kemarau, penghujan akan menentukan jenis komoditas yang akan ditanam.

Saat penghujan Suyatin bilang sejumlah tanaman rentan roboh. Jenis sayuran tomat, cabai, terong hingga kacang panjang perlu diberikan ajir atau penopang.

Fitrianto, petani di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan bilang menanan jahe merah, kunyit dan pandan. Jenis tanaman tersebut diakuinya memiliki resiko busuk umbi kala penghujan. Sebagai solusi pada lahan ia membuat saluran air dan penanaman memakai guludan. Menerapkan irigasi yang baik pada lahan dapat mengurangi pembusukan dan kerugian. Sebab tanaman dipersiapkan untuk dijual saat akhir tahun ke sejumlah pasar.

Lihat juga...