Peningkatan Kunjungan Wisata di Banyumas Terpusat di Baturaden

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Banyumas berangsur mulai mengalami peningkatan, hanya saja peningkatan kunjungan tersebut sebagian besar masih terpusat di kawasan wisata Baturaden.

Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, saat ini untuk akhir pekan Sabtu dan Minggu, selama dua minggu terakhir sejak turun ke level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Covid-19, kunjungan di Lokawisata Baturaden mencapai di atas 2.000 orang. Sebelumnya kunjungan wisatawan pada akhir pekan maksimal hanya 1.000 pengunjung.

Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono di Purwokerto, Minggu (14/11/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Sudah mulai ada peningkatan kunjungan wisata, sekarang mencapai di atas 2.000, padahal sebelumnya maksimal peningkatan hanya sampai 1.000 dan sering di bawah itu,” katanya, Minggu (14/11/2021).

Wakhyono menegaskan, pihaknya terus berupaya untuk kembali meramaikan wisata di Banyumas. Antara lain dengan membuat aplikasi Dolan Banyumas yang memuat informasi seluruh tempat wisata di Kabupaten Banyumas, dilengkapi dengan informasi tentang biro perjalanan wisata.

Saat ini, lanjutnya, kunjungan wisatawan sebagian besar masih terpusat di kawasan wisata Baturaden. Namun, untuk beberapa lokasi wisata di perkotaan juga sudah mulai ramai pengunjung. Sebab, selama penutupan tempat wisata. pihaknya banyak melakukan pembenahan-pembenahan.

“Di tempat wisata Taman Pangsar Soedirman yang terletak di kawasan perkotaan, kunjungan wisatawan meningkat sampai menembus 100 orang pada akhir pekan, ini merupakan peningkatan yang luar biasa,” tuturnya.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisata ke Banyumas, salah satunya karena faktor banyaknya tempat wisata di Banyumas yang lolos verifikasi dan mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sertifikat CHSE merupakan pemberian sertifikat dari Kemenparekraf kepada usaha pariwisata, destinasi wisata serta produk-produk pariwisata lainnya, dalam rangka memberikan jaminan kepada wisatawan seputar pelaksanaan protokol kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Untuk sertifikat CHSE, objek wisata di bawah pengelolaan Pemkab Banyumas mendapatkan nilai sangat baik. Lokawisata Baturaden misalnya mendapatkan nilai sempurna yaitu 100, begitu pula dengan Pangsar Soedirman.

“Untuk wisatawan dari luar kota, sertifikat CHSE ini cukup penting, karena memberikan jaminan bahwa objek wisata tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Baturaden, Dian mengatakan, ia lebih menyukai wisata alam terbuka, sehingga Baturaden menjadi tujuannya untuk berwisata di akhir pekan.

“Tiketnya murah dan tempatnya sejuk serta terbuka, jadi pilih Baturaden,” katanya.

Lihat juga...