Penjualan Kain Tenun di Sikka Masih Sepi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kendati kasus aktif Covid-19 di berbagai daerah mulai melandai, tak serta-merta sektor perekonomian turut naik seperti sedia kala. Penjualan kain tenun dari kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, bahkan hingga kini masih sepi pesanan.

Tadeus Tara, seorang penjual kain tenun di Sikka, mengaku sejak 2020 hingga akhir Oktober 2021 hampir tidak ada pengiriman ke luar daerah.

“Saya baru seminggu ini mendapatkan pesanan kain tenun untuk dikirim ke Jakarta, tapi jumlahnya masih puluhan lembar saja,” sebut Tadeus, saat ditemui di Pasar Alok Maumere, Kamis (25/11/2021).

Menurut Tadeus, dalam sebulan ia biasa mengirim kain tenun ke Denpasar dan beberapa kota di Pulau Jawa, termasuk juga ke Papua dalam jumlah ratusan lembar.

Dengan harga jual minimal Rp500 ribu per lembar, dalam sebulan saja ia bisa meraup omzet ratusan juta rupiah dari penjualan kain tenun dan selendang dari kain tenun.

Penjual kain tenun antarpulau saat ditemui di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Tadeus Tara, Kamis (25/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Dalam sebulan biasanya saya meraup untung puluhan juta rupiah dari pengiriman kain tenun ke luar daerah. Sementara penjualan di 3 toko kain tenun pun bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya,” ujarnya.

Lihat juga...