Penyandang Diabetes Rentan Terinfeksi Virus

Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Dr dr Sony Wibisono SpPD-KEMD FINASIM - foto Ant

JAKARTA Penyandang diabetes, sangat rentan terkena infeksi virus jika tidak menjaga protokol kesehatan dengan baik. Oleh karenanya penyandang diabetes berhak mendapatkan dukungan dari semua pihak menghadapi situasi pandemi ini.

“Kerentanan ini dapat dicegah dengan menjaga protokol kesehatan secara disiplin dan menjaga kondisi kesehatan. Maka dari itu penyandang diabetes berhak mendapat dukungan, tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga dari edukator, keluarga, dokter, dan elemen lainnya,” ujar Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Dr dr Sony Wibisono SpPD-KEMD FINASIM, Minggu (14/11/2021).

Sony menekankan, pentingnya penanganan diabetes yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Diantaranya diet 3J atau jumlah kalori yang dikonsumsi tiap hari, jadwal makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi, perlu terus diperhatikan oleh penyandang diabetes. “Bukan hanya itu, penyandang diabetes juga harus olahraga 30 menit sehari, terapi obat minum dan suntik, serta mendapatkan penyuluhan yang memadai,” tandasnya.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan, diabetes menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia. Sehingga penyakit diabetes membutuhkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat. “Diabetes bukan penyakit yang ringan, namun penyakit yang mematikan atau penyakit katastrofik,” kata Prof Ketut.

Pandemi COVID-19 mengharuskan penyandang diabetes membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal, untuk mengontrol gula darah mereka. “Apalagi, saat ini kita masih masa pandemi. COVID-19 sendiri merupakan penyakit yang lebih sering menyerang pasien diabetes, sehingga mereka diwajibkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin karena dapat mencegah infeksi akibat terpapar COVID-19 dan mencegah penyakit menjadi lebih parah,” terang Prof Ketut.

Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals, Tunghadi Indra mengatakan, pentingnya edukasi diabetes yang memadai bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi ini.  Berdasarkan data International Diabetes Federation di 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10.681.400 kasus.

Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan COVID-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi COVID-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang tidak menyandang diabetes. (Ant)

Lihat juga...