Pertamina Sumbagsel Optimalkan Distribusi BBM

PANGKALPINANG – Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel, mengoptimalkan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu pasokan BBM ke masyarakat.

“Saat ini cuaca ekstrem di perairan dan daratan masih dirasakan dampaknya terhadap upaya pendistribusian BBM ke masyarakat,” kata Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Agustina Mandayati, dalam keterangan persnya di Pangkalpinang, Sabtu (27/11/2021).

Ia mengakui, beberapa waktu lalu ada kendala cuaca buruk menimbulkan keterlambatan pengiriman pasokan BBM ke Kota Bengkulu. Karena itu, Pertamina terus mengupayakan stok dan penyaluran BBM di Kota Bengkulu dan daerah lainnya agar tetap aman.

“Pertamina Patra Niaga terus mengupayakan berbagai langkah antisipasi, termasuk pengalihan pasokan, bahkan jika diperlukan dapat dilakukan extra dropping untuk memastikan stok BBM cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, mengoptimalkan pedistribusian BBM ini merupakan salah satu langkah Pertamina untuk mengantisipasi pendistribusian BBM untuk memastikan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholders lainnya, untuk optimalisasi distribusi BBM dengan melakukan sidak ke beberapa SPBU.

“Kita terus berupaya maksimal dan berkomitmen untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Jika memerlukan informasi mengenai Pertamina, silakan menghubungi Call Center 135,” katanya.

Berdasarkan data kuartal III-2021 ,konsumsi gasoline di Sumbagsel mencapai 721.399 Kilo liter (KL), meningkat hingga 7,8 persen dibandingkan kuartal III-2020.

Sementara itu konsumsi harian solar subsidi di Sumbagsel sejak September 2021 mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen atau 288 KL/Day dibandingkan rerata harian di periode Januari sampai Agustus 2021.

“Pertamina Patra Niaga melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran, antara lain dengan penerapan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC),” katanya. (Ant)

Lihat juga...