Petani Asli Papua Dilatih Gunakan Traktor Tangan

WAMENA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Provinsi Papua, melatih petani yang merupakan penduduk asli Papua untuk menggunakan traktor tangan agar mereka tidak lagi menggunakan peralatan tradisional seperti sekop dan cangkul.

Sekretaris Dinas Pertanian Jayawijaya Viktor Malisa saat di Wamena, Minggu, mengatakan pelatihan langsung dilakukan bersama petani di lahan pertanian. Pemerintah mengharapkan dengan pelatihan, tidak lagi staf dinas yang membajak lahan sawah.

“Tujuan utama bagaimana kita punya masyarakat yang merupakan operator traktor tangan ini mampu bekerja dengan memperhatikan beberapa hal penting. Pertama keselamatan diri dan alat pertanian karena ini alat berat dan harganya mahal,” katanya.

Pemerintah melatih kelompok dari Distrik Pyramid, Siepkosy, Walelagama dan Libarek itu agar efisien dalam waktu, tenaga, serta bahan bakar, sebab kebanyakan petani yang dilatih belum terbiasa dengan mesin-mesin itu.

“Dengan pelatihan ini kita meningkatkan pengetahuan dan kecakapan mereka sehingga hal-hal penting tadi tidak terabaikan, dengan demikian keselamatan kerja terjamin, alat-alat juga bisa terawat dengan baik. Dalam teori dan praktik, mereka sudah dikenalkan tentang bagaimana merawat dan memelihara traktor,” katanya.

Awal mempraktikkan penggunaan traktor tangan yang berlangsung di Distrik Libarek ini, sejumlah pemuda pemula memang masih ragu, namun setelah beberapa kali membajak lahan mereka mulai beradaptasi dengan dua mesin yang disediakan pemerintah untuk dipraktikkan.

“Kelompok tani persawahan di Jayawijaya semuanya putra-putra lokal Jayawijaya. Selama ini kalau mereka punya rasa ragu-ragu untuk menggunakan alat berat seperti ini, sekarang mereka semakin percaya diri. Dari pelatihan itu ada anak-anak muda yang baru belajar tetapi punya kemauan,” katanya.

Pelatihan ini sejalan dengan visi Pemerintah Jayawijaya yaitu mewujudkan masyarakat sejahtera, mandiri secara ekonomi, berbudaya, dan berkualitas.

Lihat juga...