Petani Asli Papua Dilatih Gunakan Traktor Tangan

“Awalnya memang kami (pegawai pemerintah) yang turun membajak lahan. Namun sesuai visi pemerintah sehingga kita mengajarkan kemandirian, bukan ketergantungan. Satu contoh pelatihan ini agar mereka tahu dan pandai menggunakan alat-alat pertanian,” katanya.

Kabid Sarana Prasarana Pertanian di Dinas Pertanian Jayawijaya Maninus Kosay yang hadir pada pelatihan langsung memberikan pengenalan alat serta cara mengimplementasikan di lahan pertanian. Ia memotivasi petani tradisional ini mengikuti perkembangan teknologi yang muncul pada zaman dewasa sekarang.

“Dari alat-alat tradisional yaitu sekop, pacul, namun masuk ke lahan yang sangat besar sehingga mekanisasi alat ini harus kita ajarkan kepada petani. Pada pelatihan kita ajarkan ke mereka dari pengenalan alat, perawatan dan aplikasi,” katanya.

Perkenalan traktor tangan yang dilakukan meliputi beberapa bagian yaitu stang, mesin, roda karet, roda besi, alat singkal, alat sisir serta rotari, termasuk oli yang digunakan serta cara pemanfaatan mesin.

“Kita mengajar mereka dari pengenalan mesin, menghidupkan, perawatan seperti solar harus ditambah ketika sudah berkurang hingga setengah liter, mengenali gejala kapan oli harus diganti agar mesin bisa awet sebab peralatan mesin ini tidak ada di Jayawijaya,” katanya.

Ia menyarankan petani membuat gudang untuk penyimpanan mesin-mesin itu sebab diberikan oleh pemerintah secara gratis dan butuh perjuangan yang tidak mudah untuk bisa sampai di Jayawijaya, sebab dikirim dari luar Papua bahkan dengan menggunakan pesawat.

“Kami di kantor komitmen bahwa mesin yang tidak dirawat oleh kelompok tani itu akan direlokasi ke kelompok lain,” katanya. (Ant)

Lihat juga...