Petani dan Pegiat Lingkungan Bersihkan Tumpukan Sampah di Ponombo

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Petani yang tergabung dalam tim penggerak gotongroyong bersama pegiat lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Bekasi, mengurai tumpukan sampah di Kampung Ponombo, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong.

Aksi tersebut untuk menjaga kondisi Kali Cikarang Srengseng Hilir (CSH) yang yang masih dalam tahap normalisasi, agar aliran air lancar memasuki musim penghujan dari Hulu hingga ke Hilir.

“Pengerjaan normalisasi Kali Cikarang masih berlanjut sampai hari ini, sudah melewati desa Sukamanah Sukatani. Tumpukan sampah itu di Kampung Ponombo karena terbawa arus dari hulu. Sementara di Hilir belum tersentuh normalisasi,” ungkap Ustaz Jejen Jaenudin, Ketua Penggerak Gotong Royong kepada Cendana News, Sabtu (20/11/2021).

Dikatakan, sampai saat ini pelaksanaan normalisasi Irigasi Kali Cikarang Srengseng Hilir, telah memasuki hari ke-68 dan telah menghabiskan biaya sebesar Rp134.155.000. Saat ini petani telah merasakan manfaat dari normalisasi, seperti lancarnya aliran air, meskipun belum maksimal, tapi sudah sampai ke hilir.

Menurutnya, sebagian wilayah hulu tidak kebanjiran, begitu pun kondisi permukaan air terlihat bersih tidak tertutup sampah. Saat ini area yang sedang dikerjakan di tengah 2 kilometer.

“Adapun area yang yang belum dikerjakan seperti di wilayah Desa Sukamulya, Sukatani sepanjang 1,5 kilometer, desa Sukakerta 1 kilometer dan bagian hilir 3 kilometer. Harapan kami semoga excavator PJT II Bekasi, masih bisa diperpanjang permohonan pinjamnya,” ucapnya berterimakasih kepada PJT II Bekasi yang telah banyak membantu dalam proses normalisasi.

Petani dan pegiat lingkungan foto bersama sebelum mengurai tumpukan sampah di Kali Cikarang Srengseng Hilir, Sabtu (20/11/2021). Foto: Muhammad Amin

Dia pun melaporkan, bantuan dana yang sudah diterima dari DLH sampai saat ini sebesar Rp140 juta, sedangkan dari PJT II Bekasi, sejak beberapa hari terakhir telah meminjamkan alat berat, dengan biaya operasional dibebankan kepada pemohon, dengan alasan tidak adanya biaya karena selama 51 hari pekerjaan membiayainya sendiri.

“Saat ini, Dinas PSDA Kabupaten Bekasi sedang mengusahakan pinjaman satu unit excavator jenis ampibi tipe besar untuk dioperasikan di wilayah Hilir bisa selesai dalam waktu 30 hari kedepan,” pungkasnya menyebut PSDA dan DLH cukup aktif dalam proses normalsasi.

Pantauan di lokasi giat pengangkatan tumpukan sampah di Kali CSH akibat tingginya permukaan lumpur di aliran kali Cikarang atau tepatnya di saluran irigasi yang terbentang memisahkan dua Desa dari Dua Kecamatan, di Kabupaten Bekasi.

Terlihat petani dan pegiatan lingkungan hidup bahu mebahu mengurai tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Sampah tersebut didominasi enceng gondok, kangkung juga sampah rumah tangga.

Lihat juga...