PLK Wairbukang Ditutup, Puluhan Murid Kesulitan Belajar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) yang menetap di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo di Kampung Wairbukang di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete,Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam putus sekolah.

Ketua RT 17 A Kampung Wairbukang, Dusun Wodon, Desa Waiterang, Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, saat ditemui di rumahnya, Minggu (28/6/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Anak-anak disuruh pindah ke SDK Watubala di Desa Wairterang. Kami juga tidak tahu karena ini perintah dari kepala sekolah,” sebut Bernadus Brebo, Ketua RT 17A Kampung Wairbukang, Dusun Wodon,Desa Wairterang, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Brebo sapaannya menjelaskan, sekolah Pendidikan Layanan Khusus (PLK) setingkat SD, yang dikelola Yayasan Cerdas Anak Bangsa di Wairbukang Dusun Wodon terancam ditutup.

Dijelaskan, sebanyak 22 siswa pun terpaksa pindah ke SDK Watubala dan sudah berjalan hampir 2 bulan sejak Oktober 2021.

Dikatakan, informasi yang diperoleh, berhentinya aktivitas ini berdasarkan surat dari kepala sekolah PLK Cerdas Anak Bangsa.

“Sekolah ini didirikan Tahun 2012 oleh Yayasan Cerdas Anak Bangsa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT melalui pendidikan anak di daerah terpencil dan perbatasan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wairterang Silvesmen membenarkan adanya isu soal penutupan sekolah PLK Cerdas Anak Bangsa di Kampung Wairbukang yang berada di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo.

Silvesman menjelaskan, berdasarkan informasi dari kepala sekolah, nomenklatur PLK sudah tidak ada lagi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

“Saya bicarakan dengan Kepala Sekolah PLK Wairbukang, dikatakan ada dua opsi untuk pengurus Yayasan Cerdas Anak Bangsa, yaitu PLK berubah namanya menjadi SDLB atau bergabung dengan SD yang ada di Desa Waiterang,” ujarnya.

Lihat juga...