Pokdarwis Jatusumbi Lestarikan Kuliner Budaya Melalui Dodol Kranggan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Dodol Kranggan menjadi salah satu kudapan tradisi yang masih dipertahankan di samping budaya lainnya oleh masyarakat di wilayah Kranggan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini, pelestarian dodol kranggan mulai dilirik oleh Pokdarwis Jatusumbi, Jatisari, yang tengah mengembangkan potensi wisata religi di Keramat Asem, Kampung Payangan. Dodol Kranggan akan menjadi salah satu ciri dari lokasi tersebut.

“Ada keunikan tersendiri dari dodol Kranggan, terutama pada proses pembuatannya banyak pantangan yang masih dipercaya oleh warga. Daerah tersebut memang bagian dari Kota Bekasi yang berbatasan dengan Bogor, tapi menyimpan banyak keunikan budaya yang masih dilestarikan,” ujar Maman Warman, Ketua Pokdarwis Jatusumbi kepada Cendana News, Sabtu (20/11/2021).

Kang Abel, salah satu pegiat budaya di Kranggan, mengakui bahwa banyak kudapan tradisi lain yang masih terjaga di wilayah setempat, di samping dodol Kranggan yang melegenda. Hal itu akan menjadi daya tarik tersendiri dari lokasi wisata religi.

Dodol Kranggan contohnya memiliki ciri tersendiri yang dipercaya warga setempat sebagai kudapan tradisi yang dibuat ketika acara pernikahan, lebaran dan lainnya sebagai hantaran atau pelengkap budaya.

“Kedepan dodol Kranggan akan dibuat semenarik mungkin, agar menjadi jajanan pilihan, baik dari sisi kemasan dan bentuk dan harga terjangkau. Potensi dodol kranggan bisa menjadi oleh-oleh khas Kota Bekasi,”tandasnya.

Sementara ibu RT Kampung Payangan, Jatisari mengakui bahwa dalam pembuatan dodol Kranggan memerlukan waktu hingga delapan jam. Itu pun lanjutnya harus ditunggu agar hasilnya maksimal.

“Unik dodol Kranggan memang unik, jika dibuat saat kawinan, pengantin dilarang mendekat di area pembuatan dodol. Itu jadi salah satu pantangan dari orang tua dulu, jika dilanggar biasanya dodol jadinya tidak enak,” ujarnya tidak bisa menjelaskan secara detail.

Bahan baku diperlukan dalam pembuatan dodol Kranggan cukup sederhana antara lain, beras putih, beras ketan, Santan kelapa, gula merah dan gula putih. Adonan tersebut dicampur jadi satu dalam satu kuali besar kemudian diaduk secara rutin hingga delapan jam.

Lihat juga...