Pokmaswas Jalur Gaza Flotim Lepas Penyu Dewasa Kena Jaring Nelayan

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jalur Gaza di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, melepas seekor penyu dewasa yang terkena jaring nelayan.

Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Wilhelmus Wokadewa Melur, menjelaskan penyu dewasa tersebut terkena jaring nelayan bernama Fransiskus Raya Kelen Herin pada Selasa (9/10/2021).

“Penyu tersebut tersangkut di jaring nelayan dari Desa Kalike, Solor Selatan. Saat diberitahu, kami langsung menuju ke lokasi untuk melihat penyu tersebut,” sebut Mus, sapaannya, saat dihubungi, Rabu (10/11/2021).

Mus mengatakan, penyu yang diperkirakan jenis penyu lekang dewasa tersebut akhirnya dilepaskan kembali ke laut bersama aparat Pemerintah Desa Kalike di pantai desa tersebut.

Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, Wilhelmus Wokadewa Melur, saat ditemui di desanya, Sabtu (12/6/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengatakan, setelah jaring ditarik ke tepi pantai, penyu tersebut langsung dikeluarkan dari jaring sehingga beberapa bagian jaring dari nelayan tersebut mengalami kerusakan.

“Memang hampir sebagian besar nelayan di Solor Selatan sudah menyadari untuk tidak menangkap dan melepaskan kembali bioata atau mamalia laut yang dilindungi,” ungkapnya.

Mus menerangkan, para nelayan sering mengeluhkan rusaknya jaring mereka bila penyu terperangkap di dalamnya, sehingga nelayan sering meminta bantuan jaring.

Dirinya menerangkan, Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur (Flotim) sering juga memberikan bantuan jaring terhadap nelayan yang jaringnya rusak akibat tersangkut penyu dan mamalia laut lainnya.

“Biasanya yang sering terkena jaring itu penyu dan hiu paus. Ada juga ikan pari manta yang merupakan hewan laut yang dilindungi. Nelayan sering melaporkan, meskipun saat ditarik ke darat, ikan atau penyu tersebut sudah mati,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pokmaswas Pedan Wutun, kelurahan Ritaebang, Solor Barat, Kristoforus Werang, menambahkan seekor hiu paus terlilit jaring seorang nelayan di Ritaebang bernama Hubertus Keban Piket.

Kristo, sapaannya, menjelaskan hiu paus tersebut langsung dilepaskan karena ikan berukuran besar tersebut bergerak dan merusak jaring nelayan hingga bisa terlepas.

“Jaring nelayan mengalami kerusakan parah. Memang di perairan Solor Selatan berhadapan dengan Selat Lewotobi, sering berkeliaran hiu paus dan selalu terkena jaring nelayan,” ungkapnya.

Lihat juga...