Produksi Buah Naga di Jawai untuk Dukung Gratieks

PONTIANAK — Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Satono mendukung petani buah naga milenial di Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, untuk Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

“Saya bersama kepala OPD di lingkungan Pemda Sambas dan Camat Jawai  telah melakukan kunjungan kerja ke Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, dalam rangka panen buah naga, sekaligus mendengar aspirasi petani di sana. Saya mendukung Gratieks di lokasi perkebunan milik petani milenial,” ujarnya saat dihubungi di Sambas, Selasa (2/11/2021).

Ia menjelaskan selama ini produksi buah naga dari Desa Sarang Burung Danau merupakan yang terbaik di Kabupaten Sambas dan penyuplai kebutuhan buah naga di Kalimantan Barat (Kalbar).

“Saya harap petani milenial di Desa Sarang Burung Danau ini terus bertambah dan berinovasi dalam mengembangkan kebunnya, sehingga produksi bisa dilakukan berkelanjutan guna mendukung Gratieks,” katanya.

Ia juga mengatakan berdasarkan kajian intensif Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sambas, Kecamatan Jawai memang sangat cocok menjadi lokasi budidaya buah naga.

“Saya ingin Desa Sarang Burung Danau menjadi ikon buah naga di Kabupaten Sambas, sehingga bisa menjadi destinasi sumber buah naga. Salah satu keunggulan buah naga dari Desa Sarang Burung Danau adalah rasanya sangat manis dengan kadar kemanisan (Brix) 18 persen,” jelas dia.

Sementara Ketua Gapoktan Maju Bersama Aspar menjelaskan sebagian besar lahan yang digarap petani di Desa Sarang Burung Danau adalah gambut, oleh karenanya mereka berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait menyiapkan instrumen untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Karena kita semua ketahui bahwa lahan gambut itu sangat rawan kebakaran. Jadi mudah-mudahan dengan hadirnya Pak Bupati ke sini bisa melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat di Desa Sarang Burung Danau dan langsung mengambil sikap dengan memberikan solusi yang konkret,” katanya.

Aspar juga berharap pemerintah memberikan bantuan alat mesin pertanian dan pupuk kepada petani, yang selama ini menjadi kendala petani dalam meningkatkan produksi agar meraih hasil maksimal.

“Mudah-mudahan Pak Bupati ke depannya bisa memberi kami bantuan excavator untuk mengeruk parit yang sudah dangkal sekeliling areal perkebunan, kemudian untuk mengatasi masalah kebutuhan air untuk tanaman kami harap ada bantuan pompa air,” katanya. (Ant)

Lihat juga...