Produksi Kopra Putih di Flotim Mulai Meningkat

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Produksi kopra putih di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai meningkat seiring mulai ada kesadaran dari petani mengenai harga jual kelapa.

Rikardus Umbu selaku pelopor pengolahan kopra putih di Flotim mengakui sudah banyak petani yang menjual kelapa gelondongan di pengolahan kopra yang mereka miliki.

“Sudah banyak petani yang menjual kelapanya ke tempat kami karena kami membeli dengan harga yang lebih mahal. Memang perlu waktu mengedukasi masyarakat untuk beralih ke kopra putih,” sebut Icad sapaannya, saat dihubungi, Selasa (9/11/2021).

Pemilik PT. Surya Pertiwi Agrojaya ini mengakui, pihaknya pun bekerja sama dengan para petani dan menginginkan agar petani dengan luas lahan kelapa yang besar bisa melakukan pengolahan sendiri.

Pemilik perusahaan pengolahan kopra putih di Kelurahan Weri, saat dtemui di rumahnya, Senin (25/10/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengharapkan agar dengan beralih ke kopra putih akan membuat pendapatan petani kelapa meningkat dan dirinya pun mengajak petani untuk mengolah produk turunan dari kelapa lainnya.

Lanjutnya, dengan mengolah kelapa menjadi kopra putih, arang dari tempurung kelapa serta sabuk kelapa akan membuat nilai jualnya meningkat.

“Kami selalu memberikan penyadaran kepada masyarakat agar lebih baik mengolah kelapa menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi,” ucapnya.

Icad memaparkan, kini pihaknya sudah bisa berproduksi hingga mencapai 6 ribu kelapa per harinya dan menargetkan meningkat mencapai minimal 20 ribu kelapa per hari.

Dirinya menyesalkan,selama ini petani hanya menjual kelapa gelondongan sehingga perlu dilatih untuk mengolah produk turunannya termasuk membuat minyak goreng dari kelapa.

“Kami awalnya hanya mencapai 3 ribu buah per hari juga sulit.Padahal satu rumah penjemuran butuh 6 ribu kelapa per hari dan kita targetkan terus meningkat menjadi minimal 20 ribu kelapa per hari,” ungkapnya.

Seorang eksportir kopra putih, Suryadi, menyebutkan pihaknya pun telah melakukan pelatihan bagi para petani kelapa di Pulau Adonara, Flores Timur agar bisa mengolah kelapa menjadi kopra putih.

Suryadi mengaku kagum dengan potensi kelapa yang ada di Flotim terutama di Pulau Adonara sehingga pihaknya pun memberikan pelatihan terhadap 100 petani kelapa di pulau tersebut.

“Potensi kelapa di Pulau Adonara sangat besar sehingga kami pun telah melatih 100 petani kelapa di Pulau Adonara agar bisa mengolah kelapa menjadi produk kopra putih,” ucapnya.

Lihat juga...