Proyek Kereta Cepat Bisa Jadi Objek Pembelajaran

JAKARTA – Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU., ASEAN., Eng., mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat dijadikan objek pembelajaran bagi mahasiswa.

“Proyek ini dapat menjadi manfaat bagi para praktisi, dosen, mahasiswa, bahkan masyarakat dengan menjadikan proyek ini sebagai obyek untuk pembelajaran. Kita perlu betul-betul bertanggungjawab dalam proyek ini, karena proyek nasional, proyek bersama, maka publik perlu diberikan keterbukaan informasi selaku pemilik sesungguhnya dari proyek ini,” ujar Agustinus, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/11/2021).

Dia menambahkan, bagi perguruan tinggi, proyek kereta cepat itu dapat dijadikan proses pembelajaran bagi mahasiswa. Proyek kereta cepat tersebut juga dapat dijadikan praktik, baik teknologi terbaru pada proses pembangunan.

“Sehingga dapat menjadi diskusi yang baik. Konstruksi keilmuan, kompetensi dan juga sikap. Sikap ini juga penting karena dalam pembangunan membutuhkan sikap yang sangat besar, karena tantangannya menyangkut teknologi dan juga pendanaan,” terang dia.

Guru Besar Untar, Prof Carunia Firdausy, PhD., mengatakan perbaikan dari sektor transportasi dapat membawa dampak positif bagi perekonomian bangsa. Selain sosialisasi, pengakuan dari publik itu penting, agar setiap orang paham, bahwa proyek kereta cepat itu memang memberikan dampak positif bagi pembangunan Indonesia, khususnya terkait sustainable development.

Sebelumnya, Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara (DTS FT Untar) menyelenggarakan webinar yang membahas seputar “Infrastructure Technology Challenge and Socio Economic Impact in JBHSR Project” secara daring, berkolaborasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Cars Dardela Joint Operation (CDJO), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Ketua Penyelenggara, Ni Luh Put Shinta Eka Setyarini, yang juga Dosen Fakultas Teknik Untar, mengatakan bahwa webinar itu bertujuan untuk mendiseminasikan informasi dan pembelajaran bagi dunia konstruksi di Indonesia dan bagi kalangan akademisi.

“Semoga webinar ini menjadi proses pembelajaran teknis dan akademis bagi para engineer dan mahasiswa teknik, karena searah dengan aplikasi teknologi terbaru, serta menjadi media sosialisasi positif dan konstruktif dari proyek kereta api cepat yang masih dalam tahap konstruksi,” katanya.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Ir. Heru Dewanto, mengatakan webinar itu dapat menjadi potensi Indonesia dalam melihat posisi realita transportasi dan menyadari potensi yang ada untuk dapat berkolaborasi antarnegara, perusahaan dan profesional, khususnya bidang keinsinyuran.

“Serta menghasilkan rekomendasi yang powerfull untuk mendorong berkembangnya inovasi transportasi di Tanah Air,” kata Heru. (Ant)

Lihat juga...