PTM di Semarang Masih Dihentikan, Disdik Tunggu Perkembangan

Editor: Makmun Hidayat


SEMARANG — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan masih menghentikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), menyusul ditemukannya siswa yang terpapar Covid-19.

Dalam keputusan awal, pelaksanaan PTM di Kota Semarang, dhentikan atau ditunda selama satu minggu 1-6 November 2021.

Namun dalam perkembangannya, Disdik Kota Semarang belum bisa memastikan apakah PTM akan tetap ditunda atau dlanjutkan kembali, setelah selesainya masa penundaan.

“Memang benar, PTM kita hentikan dulu sementara, mulai Senin lalu (1/11) hingga Sabtu ini, namun apakah minggu depan bisa kita lanjutkan kembali atau masih ditunda, kita belum memutuskan. Masih melihat perkembangan di lapangan,” terang Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (4/11/2021).

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (4/11/2021). -Foto Arixc Ardana

Dijelaskan, keputusan untuk melanjutkan kembali atau tidak PTM, tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh Disdik Kota Semarang.

“Kita harus melakukan koordinasi terlebih dulu, dengan lintas instansi, termasuk dari Satgas Covid-19 hingga Dinas Kesehatan Kota Semarang. Jika memang nanti dari hasil koordinasi ini, keputusannya masih ditunda, tentu akan kita tunda lagi, atau juga sebaliknya,” lanjutnya.

Di satu sisi, pihaknya memastikan bahwa terpaparnya siswa bukan disebabkan adanya klaster PTM di Kota Semarang.

Sejauh ini dari hasil penelusuran yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang, tidak terjadi penularan pada kontak erat siswa terkait di sekolah.

“Jadi ini bukan klaster PTM, meski demikian untuk berjaga-jaga dan mencegah penyebaran lebih luas, PTM kita tudan terlebih dulu, sampai ada keputusan selanjutnya,” tegasnya.

Sementara, Ketua PGRI Jateng Muhdi mendukung langkah penghentian sementara PTM di Kota Semarang, seiring dengan adanya siswa yang terpapar Covid-19.

“Sesuai dengan SOP, jika ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19, maka PTM di satuan pendidikan tersebut, memang harus dihentikan. Aktivitas di sekolah ditutup sementara. Namun karena jumlah siswa dan guru yang terpapar cukup banyak, maka Disdik Kota menutuskan untuk menghentikan PTM se-Kota Semarang,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemkot Semarang, dalam hal ini Disdik Kota Semarang dan dinas terkait lainnya.

Namun meski demikian, pihaknya juga berharap, jika klaster atau siswa yang terpapar tersebut sudah sembuh, kemudian dari hasil penelusuran tidak terjadi klaster, PTM di Kota Semarang bisa dilanjutkan kembali.

“Jika sudah tidak ada lagi yang terpapar Covid-19, saya kira PTM bisa dilanjutkan kembali. Tentu saja dengan memperkuat penerapan protokol kesehatan, termasuk mendorong tingkat kedisiplinan siswa dan guru dalam mematuhi protokol kesehatan tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...