Puskesmas Kewapante Vaksinasi Covid-19 ODGJ dan Difabel

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Puskesmas Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan vaksinasi Covid-19 untuk para disabilitas dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Hari ini kami menargetkan melakukan vaksinasi bagi semua ODGJ dan disabilitas,” sebut Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (9/11/2021).

Theresia memaparkan, di wilayah Kecamatan Kewapante terdapat 82 ODGJ dan 45 orang disabilitas sementara 5 ODGJ lainnya telah divaksin terlebih dahulu.

Ia mengatakan, bila ODGJ dan disabilitas tersebut tidak datang ke puskesmas maka petugas medis akan datang ke rumah mereka masing-masing untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (9/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menyebutkan, vaksin yang digunakan merupakan jenis vaksin Sinovac dan sebelum dilakukan vaksinasi dilakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Kami tunggu sampai mereka datang dan bila tidak datang maka kami yang harus turun ke rumah mereka untuk melakukan vaksinasi.Beberapa hari lalu ada 5 ODGJ sudah divaksin,” ucapnya.

Theresia menjelaskan, ODGJ yang datang ke puskesmas merupakan mereka yang berkomunikasi baik dan bisa diajak ke Puskesmas.

Dia menambahkan, ODGJ yang berada di wilayah kerjanya diagnosa dokternya memiliki  gejala ringan dan sedang bukan yang memiliki gejala berat.

Ia mengakui peran para Sahabat Sehat yang merupakan tenaga medis dan non medis dari Puskesmas Kewapante sangat besar dalam membantu kelancaran vaskinasi Covid-19.

“Para ODGJ tetap dipantau oleh para Sahabat Sehat yang ada di setiap desa bahkan saat vaksinasi Covid-19 pun mereka tetap diantar oleh Sahabat sehat. Sebelum dilakukan vaksinasi pun petugas Sahabat Sehat telah memberikan informasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Elisabet Gentia, ibu dari seorang ODGJ mengakui anak lelakinya berusia 26 tahun saat diajak ke puskesmas tidak keberatan sehingga dirinya mengajak sang anak untuk ikut vaksinasi Covid-19

Elisabeth menyebutkan, anak perempuannya yang juga ODGJ  berusia 21 tahun saat diajak mengikuti vaksinasi di puskesmas tidak mau sehingga dirinya mengharapkan agar petugas medis datang ke rumahnya.

“Anak saya ada 2 orang ODGJ dan saya hanya bisa mengajak anak lelaki saya datang ke puskesmas. Yang perempuan saya ajak tidak mau sehingga saya sampaikan ke pihak puskesmas agar bisa datang ke rumah untuk vaksin,” ucapnya.

Lihat juga...