Rupiah Ditutup Melemah 70 Poin Tertekan Sentimen Tapering Global

JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan ditutup melemah tertekan sentimen tapering global.

Rupiah sore ini ditutup melemah 70 poin atau 0,49 persen ke posisi Rp14.358 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.288 per dolar AS.

“Cukup menarik pergerakan rupiah hari ini, karena di AS sendiri perdagangan USD relatif sepi karena libur Thanksgiving sejak Kamis kemarin. Pelemahan IDR hari ini saya melihatnya karena masih menyerap sentimen tapering di global,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan hasil notula rapat pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis dua hari lalu menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi bergerak lebih tinggi, dan bank sentral akan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.

Presiden Fed San Fransisco Mary Daly juga mengatakan bahwa dia dapat melihat adanya sebuah argumen untuk mempercepat pemangkasan program pembelian obligasi The Fed.

“Sementara di Indonesia minim isu, sehingga membuat IDR relatif melemah hari ini. Pelemahan IDR ini pun mengabaikan keyakinan Bank Indonesia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 akan bisa mencapai 4,7-5,5 persen,” ujar Nikolas.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (25/11) kemarin mencapai 372 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.

Lihat juga...