Satgas Penting Disdalduk KB Lamsel Dukung Pencegahan Stunting

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Berbagai upaya terus dilakukan oleh semua pihak dalam menekan angka stunting. Tidak terkecuali Dinas Pengendalian dan Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Lampung Selatan dengan program Satuan Tugas Peduli Stunting (Satgas Penting) di setiap desa.

Abdur Roni, Koordinator Penyuluh atau Korluh Bina Keluarga Balita (BKB) Kecamatan Ketapang menyebutkan, Satgas Penting ikut mendukung upaya cegah kasus kekurangan gizi terhadap anak.

Abdur Roni bilang dua desa di Kecamatan Ketapang yakni Kemukus dan Bangunrejo, pernah menjadi locus stunting. Intervensi dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait sejak 2018 hingga 2020 mampu menekannya.

“Satgas Penting  melibatkan sejumlah unsur di tingkat kecamatan hingga desa. Meliputi petugas Korluh Bina Keluarga dan Balita, kader Posyandu, bidan desa dan keluarga yang rentan stunting,” terang Abdur Roni saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (26/11/2021).

Fungsi anggota Satgas Penting meliputi pembinaan terhadap calon pengantin. Menyampaikan pesan kepada ibu hamil agar menjaga asupan gizi selama masa kehamilan. Selanjutnya data ibu hamil sebutnya akan dikoordinasikan dengan penyuluh KB, kader Posyandu agar rutin memeriksa kehamilan dan imunisasi. Pendampingan dilakukan secara rutin hingga waktu persalinan.

Sejak usia 0 tahun hingga 1.000 hari, Abdur Roni bilang ibu hamil, balita menjadi perhatian. Koordinasi multi sektor dengan instansi Dinas Kesehatan, Pertanian, Peternakan dan pemerintah desa dilakukan untuk program pencegahan stunting.

“Sesuai arahan presiden Jokowi pada 2024 Indonesia bebas stunting atau bisa diturunkan melalui sejumlah program,” tegasnya.

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Samsu Rizal mengatakan, sosialisasi gencar dilakukan ke sejumlah desa melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes). Satgas Penting memiliki fungsi vital seperti satgas Covid-19, juru pemantau jentik (jumantik) dan kader Posyandu.

bdur Roni, Koordinator Penyuluh Bina Keluarga Balita Kecamatan Ketapang Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lampung Selatan, Jumat (26/11/2021). Foto: Henk Widi

Satgas penting sebutnya ikut mendorong keluarga di pedesaan menanam sayur, buah untuk konsumsi keluarga. Warga juga diimbau memelihara ternak penghasil telur, daging agar memenuhi asupan protein bagi anak.

“Pencegahan stunting bukan hanya domain tugas instansi kesehatan melainkan semua sektor hingga satgas penting dibentuk,”ulasnya.

Sumardi, kepala Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang menyebut desanya pernah menjadi locus stunting. Berkat upaya berbagai pihak, angka stunting mencapai 20 an anak bisa dihapus.

Meski telah mengentaskan angka stunting, ia memastikan upaya pencegahan stunting pada keluarga beresiko terus dilakukan. Program tersebut di antaranya penanaman kelor, pemberian bantuan bebek, ayam petelur. Tujuannya agar keluarga mendapat asupan protein hewani.

Sumarni, warga di Desa Sri Pendowo, Ketapang menyebut menanam beragam sayuran dan menjadi pendukung asupan gizi keluarga. Jenis sayuran yang memiliki gizi bagus berupa bayam, selada, kangkung dan jenis sayuran hijau lainnya. Tambahan asupan gizi protein hewani dilakukan dengan mengonsumsi ikan, ayam dan telur.

Lihat juga...