Satu Rumah Warga Trenggalek Rusak Diterjang Longsor

Petugas gabungan bahu-membahu dengan warga membersihkan material longsor yang menimpa sebagian rumah milik Bakat di Ngleban, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak itu, Rabu (3/11) - foto Ant
TRENGGALEK – Satu unit rumah warga di Desa Karangrejo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Jatim), dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah di bagian dinding, akibat diterjang tanah longsor, Selasa (2/11/2021). Rumah yang menjadi korban tersebut milik warga yang bernama Bakat.

Sejumlah warga dibantu TNI/Polri kemudian bergotong-royong membersihkan material longsor yang menimbun sebagian rumah milik Bakatm yang ada di Dusun Ngleban, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak itu, Rabu (3/11/2021).

“(Tadi) anggota sudah di lokasi. Bersama TNI dan warga sekitar bergotong-royong membantu membersihkan material longsor yang masuk hingga dalam rumah korban,” kata Kapolres Trenggalek,, AKBP Dwiasi Wiyatputera, Rabu (3/11/2021).

Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Namun kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Longsor dengan tinggi lima meter dan lebar 14 meter, materialnya menimpa dinding bagian kamar rumah yang ada di RT 28/RW 09. Longsor diperkirakan terjadi pada Selasa (2/11/2021) petang, sekira pukul 18.00 WIB.

Usai mendapat laporan, petugas langsung diterjunkan menuju lokasi, untuk membersihkan material berupa tanah dan pecahan batu bata dari dinding yang jebol tersebut. Selain meringankan beban korban yang tertimpa musibah, keberadaan petugas itu sekaligus meminimalisir risiko jatuhnya korban saat proses evakuasi. “Kami upayakan bisa selesai secepatnya,” ujarnya.

Dwiasi menyebut, sebelumnya wilayah Kecamatan Kampak diguyur hujan deras sejak Selasa (2/11/2021) mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, memasuki peralihan musim kering (kemarau) ke musim hujan (penghujan). “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati. Terutama bagi yang bertempat tinggal atau berdomisili di wilayah pegunungan dan memiliki rumah yang bersebelahan dengan tebing tanah serta berada di daerah aliran sungai,” katanya.

Sementara itu sebanyak sembilan rumah warga di Desa Malaipea, Kabupaten Alor, NTT, rusak akibat banjir bandang yang disebabkan hujan lebat sejak Rabu (3/11/2021) siang. “Tidak ada korban jiwa karena warga sudah mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Ambrosius Kodo, Rabu (3/11/2021).

Informasi tersebut diperoleh Kepala Pelaksana BPBD Alor yang berada di lokasi kejadian. Selanjutnya BPBD Alor masih melakukan pendataan terkait jumlah kerusakan dan informasi detail terkait bencana tersebut. Ambrosius menyatakan, BPBD NTT membutuhkan data dari lokasi untuk memastikan langkah penanganan yang diambil. (Ant)

Lihat juga...