Seekor Beruang Madu Dilaporkan Masuk Kampuang Baringin Agam Sumbar

Tim Pagari Baringin sedang memantau kandang jebak, Rabu (3/11/2021) - Foto Ant 
LUBUK BASUNG – Seekor beruang madu (helarctos malayanus), dilaporkan warga masuk ke pemukiman di Kampuang Baringin, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ketua Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Robi Arlin, di Lubukbasung mengatakan, beruang madu tersebut ditemukan warga, saat memakan durian milik warga pada Selasa (2/11/2021). “Warga melihat beruang sedang memakan buah durian milik warga,” katanya, Rabu (3/11/2021).

Tim Pagari Baringin, sedang melakukan verifikasi laporan dan bakal melakukan cek lokasi. Lokasi munculnya beruang ini berjarak sekitar dua kilometer dengan beruang madu yang dilaporkan muncul ke pemukiman warga di Sungai Taleh, Nagari Baringin. Laporan di Sungai Taleh tersebut muncul semenjak tiga bulan lalu.

Di Sungai Taleh, beruang tersebut sempat meresahkan warga karena sering ditemukan anak-anak saat pergi sekolah, merusak tanaman dan muncul di belakang rumah warga. “Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam telah memasang satu unit kandang jebak di Sungai Taleh,” katanya.

Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra menambahkan, beruang madu yang muncul di Kampung Baringin itu diduga individu yang sama di Sungai Taleh. “Kita juga menerima laporan dari warga dan informasi sedang ditangani Tim Pagari Baringin,” katanya.

Resor KSDA Agam saat ini disebutnya, sedang fokus untuk menangani konflik satwa dan manusia yang terjadi di Sungai Taleh, dengan memasang kandang jebak pada Selasa (2/11/2021).Kandang jebak yang diberi umpan berupa buah nangka itu dipasang sampai beruang masuk perangkap untuk evakuasi. Karena daerah tersebut merupakan pemukiman, dan jarak dengan kawasan hutan cukup jauh namun satwa tersebut sering muncul.

Apabila masuk kandang jebak, satwa itu bakal diidentifikasi dan diobsevasi ke kantor Resor KSDA Agam. Setelah itu satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ini dilepasliar kehabitatnya. (Ant)

Lihat juga...