Tahun Depan, Empat Vaksin COVID-19 Berpeluang Besar Diproduksi Indonesia

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin AstraZeneca di Mandiri University, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/3/2021) - foto Ant

JAKARTA – Sebanyak empat kandidat vaksin COVID-19, berpeluang besar untuk diproduksi di dalam negeri mulai 2022 mendatang.

“Saat ini ada empat yang ada kemungkinan menuju pada produksi dalam negeri dan sudah terlihat ada progresnya,” kata Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX di Jakarta, Senin (8/11/2021).

Yang pertama adalah, vaksin Merah Putih, yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair). Dan saat ini sudah memasuki tahap kedua praklinik. “Fase pertama menggunakan hewan mencit dan yang kedua menggunakan hewan maka, itu baru saja diselesaikan,” katanya.

Menurut Penny, vaksin tersebut sudah masuk ke arah uji klinik fase pertama yang dimulai pada Desember 2021. Diperkirakan uji klinik fase kedua dan ketiga dilakukan bersamaan sekitar Januari hingga Februari 2022. “Harapannya izin penggunaan darurat (EUA) bisa keluar sekitar bulan Mei atau Juni 2022, hingga produksi atau komersialisasi bisa Juni atau Juli 2022,” tambahnya.

Vaksin berikutnya sedang dikembangkan oleh Baylor Medical Collage, berupa vaksin BUMN, yang baru saja menyelesaikan praklinik kedua. Vaksin berplatform rekombinan protein sub unit itu, sedang menuju fase pertama uji klinik yang diperkirakan bergulir Desember 2021. “Dalam waktu dekat diharapkan EUA bisa terbit Juni, dan produksi sekitar Juli 2022,” jelasnya.

Vaksin Zifivax, menjadi varian ketiga yang juga diperkirakan Penny, dapat berproduksi di Tanah Air tahun depan. Vaksin rekombinan protein sub unit kerja sama Bio Farma dan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical itu, sudah mendapatkan EUA dari BPOM RI.

Menurut Penny, Zifivax, sudah melalui uji klinik di Indonesia dan dipastikan memiliki komponen dalam negeri yang dikelola di fasilitas Jakarta Biopharmaceutical (J-Bio). “Akan ada produksi fill and finish dengan PT Biotis sekitar Februari 2022,” katanya.

Penny juga memastikan akan ada transfer teknologi produksi dalam pengembangan Zifivax di Indonesia secara jangka panjang. Hal itu dikarenakan, produsen membangun seluruh fasilitas produksi di Indonesia. Vaksin keempat bernama ARCov, yang sedang dikembangkan oleh PT Etana Biotech bekerja sama dengan Walfax Abogen berplatform mRNA. “Pada Februari 2020 akan uji klinik, tapi Februari 2022, harapannya akan ada fill and finish dengan bahan baku impor dan jangka panjang juga akan produksi hulu sampai ke hilir di PT Etana,” katanya. (Ant)

Lihat juga...