Tekhnik Stek Stolon dan Umbi, Cara Cepat Budidaya Ubi Jalar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Budidaya komoditas pertanian jenis ubi jalar atau ubi rambat jadi salah satu peluang bagi petani di Bandar Lampung. Menggunakan sejumlah metode, dalam 3 hingga 3,5 bulan sudah dapat memberikan hasil.

Sumarni, petani di Dusun Kupang Jernih, Kelurahan Sukarame II, Bandar Lampung menyebut membudidayakan ubi jalar sebagai alternatif bahan pangan pokok. Metode yang digunakan yakni tekhnik stek solon atau batang rambat dan umbi.

Tekhnik perbanyakan bibit ubi jalar dengan stek stolon sebut Sumarni paling banyak dilakukan petani. Ia memilih varietas genjah jenis ubi jalar merah, ubi jalar putih. Bibit ubi jalar genjah usia pendek bisa dipanen saat masa tanam mencapai 3 hingga 3,5 bulan. Tekhnik solon bisa memakai batang rambat sepekan sebelum panen. Batang rambat akan dibersihkan bagian daun, direndam dengan perangsang akar.

Usai panen sebut Sumarni batang rambat akan dipotong seragam dengan ukuran sekitar 20 cm. Sebelum ditanam, buat guludan sebagai media tanam dengan lubang berjarak sama. Potensi pemanenan dengan usia sekitar 3,5 bulan membuat ia bisa melakukan pengaturan waktu tanam.

“Agar bisa melakukan pemanenan setiap tiga bulan dilakukan penanaman bergilir dengan tekhnik solon sehingga menghasilkan ubi jalar cepat panen terutama menjelang bulan suci Ramadan permintaan akan meningkat,” terang Sumarni saat ditemui Cendana News, Senin (29/11/2021).

Sumarni bilang tekhnik budidaya ubi jalar dengan solon lebih praktis. Sebab ia bisa menyediakan bibit seragam dengan jumlah yang bisa diatur. Agar ubi jalar menghasilkan umbi berukuran panjang, besar tanah gembur harus disiapkan. Media tanam gembur memungkinkan ubi jalar bisa menghasilkan umbi ukuran besar.

“Karena tekhnik yang kami gunakan tumpang sari maka guludan bisa memakai media untuk tanaman buncis, kacang panjang, tomat,” ulasnya.

Ia juga kerap menerapkan teknik umbi untuk memperbanyak bibit melalui mata tunas. Umbi yang telah dipilih berukuran besar diletakkan dalam bak berisi pasir basah. Susun umbi dengan jarak seragam tunggu hingga menghasilkan mata tunas.

Teknik perbanyakan bibit memakai mata tunas dari umbi sebutnya bisa diterapkan saat kondisi darurat. Kondisi tersebut bisa diterapkan untuk menambah bibit setelah bibit dari solon telah diperoleh.

“Pupuk subur dan tanah gembur akan memberi hasil umbi rata rata satu kilogram setiap rumpun bahkan bisa lebih,” ulasnya.

Tumpang sari dilakukan oleh Sumarni dengan memanfaatkan guludan untuk menanam ubi jalar, buncis, kacang panjang, Senin (29/11/2021). Foto: Henk Widi

Budidaya ubi jalar varietas merah dan putih sebutnya dilakukan bersama komoditas lain. Hasil panen berupa tomat rampai, cabai, terong, kacang panjang, kacang tunggak dan leunca. Ia memiliki salah satu pengepul yang membeli hasil panen miliknya untuk dijual pada pasar tradisional. Penanaman tumpang sari ubi jalar sebutnya sekaligus sebagai sumber untuk pakan ternak pada daun kacang panjang, buncis dan ubi jalar.

Stevani, salah satu warga Bumi Waras membeli sayuran segar dari kebun milik Sumarni. Ia menyebut sistem budidaya dengan tumpang sari lebih efesien. Sebagian tanaman ubi jalar sebutnya ditanam pada guludan untuk budidaya tanaman lain. Hasilnya panen berkelanjutan bisa dilakukan untuk beragam komoditas. Sayuran jenis kacang panjang, buncis dan sayuran jenis lain bisa dipanen setiap hari secara bertahap.

Lihat juga...