Tiga Kecamatan Di Utara Sukabumi Diterjang Longsor dan Angin Kencang

Personel PMI Kabupaten Sukabumi tengah meninjau lokasi akses jalan yang longsor di Kampung Cijambewetan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Minggu, (7/11/2021) – foto Ant

SUKABUMI – Bencana longsor dan angin kencang menerjang tiga kecamatan yang berada di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Bencana tersebut menyebabkan kerusakan bangunan, kendaraan, akses jalan tertutup, hingga menelan korban meninggal dan luka-luka.

Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, tiga kecamatan yang diterjang bencana tanah longsor dan angin kencang adalah, Kecamatan Cicurug, Cisaat dan Parungkuda. “Bencana tersebut dipicu hujan deras yang disertai angin kencang, maka dari itu kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada karena potensi terjadinya bencana seperti longsor dan angin kencang serta lainnya cukup tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan, Minggu (7/11/2021).

Adapun bencana yang terjadi di Kecamatan Cicurug antara lain, longsor tebing tanah setinggi 30 meter dengan lebar 10 meter, yang merupakan lokasi galian tanah di Kampung Pasirpacar, Desa Kutajaya. Kejadian tersebut menyebabkan satu korban meninggal dan dua korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Korban tertimbun tanah dari tebing yang longsor tersebut.

Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tanah juga menimbun truk engkel yang terparkir di sekitar lokasi. Masih di kecamatan yang sama tepatnya di Kampung Nyalindung, Desa Cicurug, bencana tanah longsor menyebabkan satu rumah warga rusak sedang, tapi tidak menimbulkan korban luka maupun meninggal.

Tebing setinggi lima meter dengan lebar dua meter tersebut berada di bawah permukiman warga, karena kondisi tanahnya yang labil setelah terus menerus diguyur hujan. Longsor berdampak kepada satu rumah warga yang ikut rusak, karena pondasinya terbawa longsoran.

Selanjutnya, bencana angin kencang yang melanda Kampung Palagan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. Kejadian tersebut menyebabkan satu warung milik warga rusak, kemudian satu unit mobil milik warga asal Bandung, Jabar yang sedang terparkir di sekitar lokasi mengalami rusak berat. Kerusakan bangunan dan kendaraan tersebut akibat tertimpa pohon besar yang tumbang disapu angin kencang, sehingga dahannya menimpa warung dan mobil. Jaringan kabel listrik PLN dan Telkom di lokasi tersebut juga ikut terdampak .

Terakhir, longsor terjadi di Kampung Cijambewetan, RT 017 RW 008, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, mengakibatkan akses jalan yang berada di atas tebing yang longsor tersebut ikut tergerus dan nyaris terputus. Akibatnya, akses jalan warga ini tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat, bahkan pengendara sepeda motor kesulitan melintas dan harus hati-hati karena bisa saja tergelincir dan terjatuh ke dasar tebing setinggi empat meter.

Longsor ini dikarenakan dinding tebing yang semakin labil akibat digerus air sungai ditambah guyuran hujan sehingga tebing tanah itu tidak bisa lagi menahan beban di atasnya dan akhirnya longsor. Meskipun tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, namun warga diminta tidak nekat melintasi lokasi longsor, apalagi di malam hari, karena minim lampu penerangan.

Staff Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan personel ke lokasi bencana dan berkoordinasi dengan BPBD setempat. Hujan deras yang turun setiap setiap hari bahkan kerap disertai angin kencang dan petir, memicu terjadinya berbagai bencana di Sukabumi, Data BPBD menyebut, pada Oktober 2021 terjadi 90 kejadian bencana.

“Kami sudah menyiagakan personel dan berbagai peralatan lainnya dan terus berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk membantu penanganan bencana dan meminimalkan dampaknya baik dari segi kerugian harta maupun jiwa atau nyawa,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...