Wapres Dorong Lembaga Pendidikan Berperan Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah

JAKARTA — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong seluruh lembaga pendidikan tinggi untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Sebagai pusat pendidikan, universitas harus berperan secara aktif mendorong literasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah,” kata Wapres saat meresmikan Universitas Indonesia Halal Center (UIHC) di Gedung Institute for Advancement of Science Technology and Humanity (IASTH) Kampus UI, Jakarta Pusat, Kamis.

Wapres mengatakan tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap literasi ekonomi dan keuangan syariah masih tergolong rendah.

Berdasarkan hasil Survei Nasional tentang Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2019, yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan baru mencapai 8,93 persen.

Sementara menurut survei Bank Indonesia, tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah tahun 2020 sebesar 16,3 persen dan angka tersebut meningkat menjadi 20,1 persen di 2021.

“Tingkat literasi ini masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan upaya yang lebih maksimal lagi,” ucapnya menegaskan.

Sementara itu, Rektor UI Ari Kuncoro mengatakan pihaknya akan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat produsen halal global. Melalui pendirian UIHC, lanjutnya, UI akan mendukung Pemerintah untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Dengan dibukanya UIHC, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal di dunia,” kata Ari.

UIHC merupakan pusat halal di bawah Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (UKK PPM) UI, sebagai sarana penyedia layanan uji produk, konsultasi serta advokasi terhadap produk dan jasa halal.

“UIHC juga mempunyai beberapa program, di antaranya program penelitian dan pengembangan bahan baku halal, serta program pelatihan dan inkubasi untuk para pelaku bisnis UMKM agar produk mereka dapat mencapai standar halalan thayyiban,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...