Warga Banjarnegara Diminta Mewaspadai Peningkatan Curah Hujan

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie - foto Ant

PURWOKERTO – Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), meminta seluruh warga di wilayah setempat untuk mewaspadai peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina, yang dikhawatirkan berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Kami mengajak seluruh warga di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya untuk mewaspadai peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, ketika dihubungi dari Purwokerto, Senin (8/11/2021).

Masyarakat dimintanya tidak perlu panik. Namun perlu meningkatkan kewaspadaan disaat terjadi hujan lebat dengan durasi yang panjang. “Jika turun hujan dengan durasi cukup lama hingga di atas 30 menit, maka perlu meningkatkan kewaspadaan karena dapat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, pohon atau baliho tumbang dan lain sebagainya,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga perlu melakukan pembersihan saluran air dari sampah-sampah yang dapat menghambat drainase. “Dengan demikian diharapkan pada saat hujan tidak akan terjadi genangan karena terjadinya sumbatan di saluran air,” katanya.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya atau disinformasi. “Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya, jika membutuhkan info terkini dan terpercaya terkait kondisi cuaca atau iklim bisa langsung menghubungi kantor BMKG terdekat atau mengakses laman media sosial resmi milik BMKG,” katanya.

Sementara itu seperti diwartakan sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

La Nina lemah, terdeteksi pada Oktober 2021 diprakirakan menguat pada November dan Desember dan menjadi La Nina moderat pada akhir 2021 hingga Februari 2022. “Ini tentunya dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” katanya. (Ant)

Lihat juga...