Wirausaha di Tanah Datar Dilatih Bertahan di Masa Pandemi

BATUSANGKAR – Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pemula di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat diberikan pelatihan strategi manajemen bisnis, agar mampu bertahan di tengah pandemi.

“Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan pelaku UMKM pemula menjadi pengusaha tangguh dalam menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Tanah Datar, Darfizal, di Batusangkar, Rabu (3/11/2021).

Ia mengatakan, di tengah pandemi ini pelaku UMKM pemula perlu didorong memanfaatkan digitalisasi sebaik-baiknya, untuk bisa mengembangkan usaha dan menpromosikannya melalui media sosial seperti facebook, instagram, serta marketplace seperti shopee, tokopedia dan lainnya.

“Kita harapkan melalui pelatihan ini pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan digitalisasi dengan sebaik-baiknya, untuk bisa mengembangkan usahanya,” katanya.

Ia mengatakan, pelatihan wirausaha ini akan digelar tiga hari dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Di antaranya pengembangan bisnis dari Deputi Pengembangan Bisnis Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Widyaiswara Uptd Balai Pendidikan Dan Latihan Koperasi, Dinas PMTSP Naker Tanah Datar membahas izin usaha, Dinas Kesehatan untuk izin produk industri rumah tangga dan juga dari dinas Koperindag sendiri.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan pelatihan strategi manajemen dan marketplace bagi wirausaha pemula diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan perekonomian, dan mendukung percepatan program unggulan Tanah Datar untuk membuka 1000 lapangan kerja dan wirausahawan baru.

Pelatihan strategi manajemen dan marketplace juga diharapkan bisa mewujudkan angkatan kerja yang mampu mengisi lapangan kerja yang tersedia.

Karena, untuk ke depannya Kabupaten Tanah Datar akan terus mengalami kemajuan sejalan dengan misi kedua daerah, yakni meningkatkan ekonomi masyarakat dan perluasan lapangan kerja yang berbasis pertanian dan UMKM serta menciptakan usahawan baru dan lapangan pekerjaan setiap tahun.

Bupati juga berharap, UMKM sebagai pilar perekonomian harus bisa memanfaatkan digitalisasi ,seperti media sosial seperti facebook, instagram, serta market place seperti tokopedia dan shopee.

“Untuk itu, perlu strategi khusus agar bisa bersaing. Saat ini ada beberapa kelemahan kita, di antaranya pelaku UMKM tidak memahami ilmu manajemen, cara memasarkan produk juga belum maksimal serta tidak mampu memanfaatkan media sosial,” kata Eka. (Ant)

Lihat juga...