4.774 Warga Terdampak Tinggalkan Pengungsian Setelah Banjir di Makassar Surut

MAKASSAR — Sekitar empat ribuan warga yang terdampak banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai meninggalkan titik pengungsian dan pulang ke rumah masing-masing, seiring surutnya genangan banjir di pemukiman mereka.

“Data terbaru yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing sebanyak 4.774 jiwa dan titik pengungsian sudah berkurang sebanyak 32 titik yang tersebar di tiga kecamatan,” sebut Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin di Makassar, Jumat.

Ia menjelaskan dari pantauan tim sejak Rabu dan Kamis, 8-9 Desember 2021, genangan banjir di beberapa lokasi berangsur-angsur surut seiring dengan menurunnya intensitas hujan selama dua hari terakhir.

Banjir dan genangan air cukup tinggi memang sebelumnya terjadi pada 5-7 Desember 2021. Hal itu dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Sulsel, membuat debit air di sungai meluap ditambah air pasang laut sehingga dampaknya meluber ke pemukiman warga.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD terus mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar senantiasa siaga dan waspada serta mempersiapkan segala sesuatu termasuk mengamankan barang berharga agar tidak terjadi kerusakan maupun kehilangan.

Data perkembangan posko darurat bencana Kota Makassar, per 10 Desember 2021, tercatat pengungsi yang masih bertahan di 26 lokasi pengungsian tersebar di tiga kecamatan sebanyak 1.328 jiwa. Data hari sebelumnya sebanyak 6.102 jiwa di 58 titik pengungsian tersebar di lima kecamatan.

Saat ini data pengungsi di Kecamatan Biringkanaya, sebanyak 690 jiwa dengan tujuh titik pengungsian. Disusul Kecamatan Manggala sebanyak 585 jiwa tersebar di 18 titik pengungsian, dan Kecamatan Panakukang sebanyak 53 jiwa di satu titik pengungsian.

Sedangkan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi dalam bentuk pangan, sandang, air dan sanitasi dan layanan kesehatan tetap dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui OPD, TNI, Polri dan dukungan organisasi-organisasi sosial.

Bagi masyarakat, dermawan maupun donatur bisa menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas banjir melalui Pos Penanganan Banjir Kecamatan dan Kelurahan di wilayah terdampak. [Ant]

Lihat juga...