AFPI Diminta Lebih Gencar Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal

Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawasan Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi menyampaikan pesan pembukanya dalam acara "Launching Logo Baru AFPI", Jumat (10/12/2021). -Ant

JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawasan Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi, meminta Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dapat lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat umum, terkait bahaya pinjaman online ilegal.

Riswinandi berharap, peluncuran logo baru AFPI pada hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum pemberantasan pinjaman online ilegal di sektor peer-to-peer lending.

“Launching brand AFPI yang baru, dapat menjadi momentum yang baik dalam upaya pemberantasan pinjaman online ilegal. Caranya dengan memberikan informasi serta edukasi yang lebih masif kepada masyarakat umum,” kata Riswinandi dalam acara Launching Logo AFPI terbaru dari Bali, Jumat (10/12/2021).

Riswinandi juga meminta, agar manfaat tekfin legal yang sudah dirasakan di Indonesia seperti meningkatkan inklusi keuangan secara digital hingga menyokong UMKM di tengah pandemi bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Dengan mengubah logo AFPI, diharapkan asosiasi itu bisa lebih merangkul dan mendekatkan diri kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memahami perbedaan jelas dari layanan pinjaman online yang legal dan ilegal.

Lihat juga...