Anggaran Diblokir, 14 Ribu RTG di Lombok Utara Belum Terbangun

LOMBOK UTARA, NTB — Sebanyak 14 ribu unit rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, hingga saat ini belum bisa terbangun akibat dana rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp250 miliar diblokir pemerintah.

“Gempa bumi ini sudah berlangsung 3 tahun, tetapi sebanyak 14 ribu rumah tahan gempa belum bisa terselesaikan,” ujar Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu usai menghadiri penyerahan dan peresmian Masjid Jami’ Nurul Hikmah di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Senin.

Ia menjelaskan, permasalahan belum terselesaikannya 14 ribu unit rumah tahan gempa (RTG) ini, karena anggaran sebesar Rp250 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan RTG tersebut diblokir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dana yang diblokir itu mencapai Rp250 miliar. Cuman saya tidak tahu dan paham masalahnya dimana, karena masalah ini terjadi sebelum saya menjabat sebagai bupati,” terangnya.

Djohan mengaku, sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada BNPB, namun belum juga mendapat tanggapan. Padahal, BNPB memberi tenggat waktu 14 ribu RTG itu, sudah harus tuntas sebelum Desember 2021.

“Saya sudah menugaskan wakil bupati lima kali untuk bertemu BNPB di Jakarta, belum juga selesai. Terus saya menghadap Kepala BNPB ketika berkunjung ke NTB waktu itu saat berada di bandara. Saya sampaikan persoalan itu dan mudahan ke depan bisa diatensi. Mengingat sesuai ketentuan BNPB Desember harus selesai tapi saya katakan tidak mungkin 14 ribu selesai Desember. Makanya kita minta perpanjangan 2022 selesai,” terangnya.

Menurut Djohan, Pemkab Lombok Utara berharap anggaran Rp250 miliar tersebut bisa segera dicairkan, sehingga kelanjutan pembangunan 14 ribu unit RTG bisa dapat diselesaikan.

Lihat juga...